Dalamjenis-jenis laporan keuangan ada 5 halaman penting yang selalu menjadi penilian para analis saham (kecuali tiap bagian tersebut tidak cukup disajikan dalam 1 halaman saja), yakni. (Ket: Laporan posisi keuangan: 1-2) Aset (lancar dan tidak lancar) Liabilitas dan Ekuitas. Laba/Rugi dan Penghasilan. Laporan Perubahan Ekuitas. Laporan Arus Kas. JAKARTA, - Liabilitas adalah istilah lain untuk kewajiban. Arti liabilitas juga biasa dikaitkan dengan utang. Lalu apa itu liabilitas pengertian liabilitas? Dikutip dari Investopedia, liabilitas adalah suatu kewajiban yang dimiliki seseorang atau perusahaan yang harus dibayar berdasarkan periode tertentu, biasanya didasarkan atas nilai selain uang, liabilitas bisa berupa kewajiban dalam bentuk jasa, barang, atau manfaat ekonomi lainnya. Dalam pencatatan neraca, liabilitas akan dicatat di sebelah kanan atau berlawanan dengan aset. Dalam persamaan akuntansi kemudian disingkat ALE yang terdiri dari aset, liabilitas, dan ekuitas. Rumusnya, aset = utang + modal. Baca juga Apa Itu Profit Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya Beberapa contoh liabilitas adalah utang, pinjaman, hipotek, pendapatan yang ditangguhkan, obligasi, jaminan, dan beban lain yang masih harus dibayar. Sederhananya, arti liabilitas adalah kewajiban dari satu pihak dengan pihak lain yang belum diselesaikan atau belum pencatatan akuntansi, pengertian liabilitas sendiri bermakna cukup luas, tak hanya soal utang atau pinjaman. Namun juga bisa berasal dari transaksi, peristiwa bisnis, pertukaran aset, atau apa pun bentuknya yang bisa memberikan manfaat ekonomi di kemudian hari. Contoh liabilitas adalah pembayaran pajak dan beban gaji. Dalam pembukuan akuntansi, beban gaji karyawan akan dimasukan sebagai liabilitas, karena gaji karyawan merupakan kewajiban perusahaan yang akan dibayarkan pada waktunya. Baca juga Mengenal Apa Itu Margin dalam Bisnis dan Cara Menghitungnya Demikian pula dengan pembayaran pajak, yang meskipun pembayaran tidak dilakukan saat itu juga, namun akan kewajiban perusahaan di kemudian hari. Sehingga perusahaan mencatat terlebih dahulu beban pajak sebagai liabilitas. Secara umum, pengertian liabilitas dibagi menjadi dua, yakni liabilitas jangka pendek atau kewajiban yang harus dibayarkan dalam waktu maksimal 12 bulan. Selanjutnya liabilitas jangan panjang yakni arti liabilitas yang kewajibannya harus dibayarkan dalam periode lebih dari 12 bulan. Baca juga Apa itu Endorse dalam Strategi Pemasaran? Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. ContohSoal dan Jawaban Laporan Posisi Keuangan / Neraca Gabungan ( Penggabungan Usaha Dengan Akuisisi ) Keuntungan penjualan aset bersih / good will 230.000.000. Jurnal yang dibuat PT. Total Liabilitas dan Ekuitas. 800.000. 330.000. 1.360.000. PT. Adam. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi. Per 31 Desember 20XX
JAKARTA, - Apa itu ekuitas? Ekuitas adalah hak pemilik atas aset sebuah perusahaan setelah dikurangi dengan jumlah kewajiban. Padanan arti ekuitas adalah modal. Dengan demikian, rumus ekuitas adalah aset dikurangi kewajiban atau liabilitas. Sederhananya, pengertian ekuitas adalah jumlah aset atau harta yang bisa dikembalikan kepada pemilik perusahaan apabila perusahaan dilikuidasi dan semua kewajiban utangnya sudah itu dikutip dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan PSAK, ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Arti ekuitas lainnya yakni investasi yang ditanamkan pemilik dalam perusahaan. Jumlah ekuitas ini bisa berkurang apabila pemilik perusahaan melakukan penarikan aset. Baca juga Apa Itu UMKM Pengertian, Kriteria, dan Contohnya Ekuitas juga bisa berkurang karena sebab lainnya seperti kerugian perusahaan atau keuntungan perusahaan yang ditarik oleh pemiliknya. Ekuitas bisa menjadi negatif alias defisit saat jumlah kewajiban lebih besar daripada jumlah ekuitas sendiri dilaporkan perusahaan dalam neraca perusahaan yang menggambarkan kondisi sehat tidaknya perusahaan. Perusahaan bisa dikatakan tak sehat apabila ekuitas adalah selalu negatif. Jenis dan unsur ekuitas 1. Modal disetor Modal disetor merupakan jumlah uang disetor atau ditanamkan pemilik perusahaan pemegang saham. Dengan kata lain, ekuitas adalah yang telah dimasukkan pemegang saham sebagai pelunasan pembayaran saham yang diambil dari modal yang ditempatkan. Baca juga Mengenal Apa Itu Giro, Cek, dan Bilyet Giro 2. Keuntungan yang ditahan Keuntungan ditahan atau biasa disebut keuntungan tak dibagi merupakan hasil untung bersih dari operasional perusahaan namun tak diambil oleh pemilik atau pemegang sahamnya.
Persamaandasar akuntansi adalah aset sama dengan kewajiban atau hutang (liabilitas) ditambah dengan ekuitas atau modal. Contoh soal persamaan dasar akuntansi dan jawabannya ini disusun untuk kamu para pelajar kelas 10, 12, mahasiswa semester 1 dan Anda yang akan mengikuti tes kerja. Materi-materi pokok yang banyak disajikan serta dibahas dalam
Jenis-jenis Aktiva Aset Pada dasarnya aktiva digolongkan menjadi dua, yaitu aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Aktiva tidak lancar sendiri dapat di bagi menjadi beberapa bagian yaitu aktiva tetap, investasi jangka panjang, dan yang terakhir adalah aktiva tidak berwujud. Aktiva Lancar, adalah aktiva yang paling likud, artinya paling cepat untuk dikonversi/diubah menjadi uang tunai atau kas, dan aktiva lancar ini memiliki siklus/perputaran dan masa manfaat yang relative singkat, yaitu satu tahun. Aktiva ini bukan berarti hanya bermanfaat dalam satu tahun saja, tapi karena perputaran yang sangat cepat maka aktiva yang sebelumnya mudah sekali untuk habis, dan akan tergantikan dengan aktiva lainnya, begitu seterusnya hingga pada akhir tahun harus ada tutup buku. Contoh yang termasuk dalam aktiva lancar diantaranya adalah sebagai berikut Kas Investasi jangka pendek Piutang usaha Wesel tagih Penghasilan yang masih akan diterima Persediaan Perlengkapan ditangan Beban dibayar di muka Dan lain-lain yang serupa Aktiva tidak lancar, aktiva ini merupakan aktiva dengan siklus dan masa manfaat yang cukup lama, yang pasti lebih dari satu tahun. Aktiva ini terbagi menjadi tiga, yaitu aktiva tetap, aktiva tidak berwujud, dan investasi jangka panjang. Investasi jangka panjang aktiva ini meliputi semua investasi jangka panjang yang sebelumnya atau sekarang telah dilakukan oleh perusahaan. Misalnya perusahaan A berinvestasi di perusahaan B, maka nantinya perusahaan A harus mencatat aktivanya yang berupa investasi di dalam neraca. Aktiva tetap adalah aktiva yang berwujud secara fisik dan digunakan serta dimanfaatkan untuk kegiatan produksi barang dan atau jasa oleh perusahaan secara terus menerus. Perusahaan memiliki aktiva ini bukan bertujuan untuk dijual kembali, namun hanya untuk produksi saja, dan aktiva ini hanya akan dijual ketika aktiva tersebut dinilai kurang bermanfaat, habis manfaatnya, perlu diganti, rusak, dan sebagainya. Contoh aktiva yang termasuk dalam aktiva tetap adalah sebagai berikut Tanah Bangunan Mesin Kendaraan Peralatan Dan sebagainya Aktiva tak berwujud aktiva ini merupakan aktiva yang tidak nampak namun memiliki nilai manfaat bagi perusahaan. Contoh aktiva tak berwujud adalah sebagai berikut Hak paten Hak cipta Hak guna bangunan Hak sewa Goodwill Dan lain-lain Jenis-jenis Liabilitas Liabilitas lancar Kewajiban lancar/utang lancar/utang jangka pendek current liabilities adalah kewajiban yang harus di lunasi dalam waktu tidak lebih dalam waktu satu tahun. Liabilitas jangka pendek liabilitas yang dapat diharapkan untuk dilunasi dalam jangka pendek satu tahun atau kurang. Biasanya terdiri dari utang pembayaran hutang dagang, gaji, pajak, dan sebagainya, pendapatan ditangguhkan, bagian dari utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam tahun berjalan, obligasi jangka pendek misalnya dari pembelian peralatan, dan lain-lain. Liabilitas jangka panjang Liabilitas yang penyelesaiannya melebihi satu periode akuntansi lebih dari satu tahun. Biasanya terdiri dari utang jangka panjang, obligasi pensiun, dan lain-lain. Jenis-jenis ekuitas Modal. Merupakan tuntunan pemilik. Pengambilan pribadi. Menarik uang kas perusahaan untuk kepentingan pribadi. Tindakan ini akan mengurangi ekuitas pemilik. Pendapatan. Penambahan dalam ekuitas pemilik Beban / Pengeluaran. Biaya yang timbul dari operasi perusahaan adalah beban. Biaya akan mengurangi ekuitas pemilik misalnya biaya gaji,biaya sewa dan biaya iklan.

Pembayarankas Penyerahan asset lain Pemberian jasa Penggantian kewajiban tersebut dengan kewajiban lain Konversi kewajiban menjadi ekuitas Ekuitas (Equity) adalah hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi semua liabilitas. Jumlah ekuitas yang ditampilkan dalam laporan posisi keuangan tergantung pada pengukuran aset dan liabilitas.

Dalam menjalankan suatu operasional bisnis seorang pengusaha tidak hanya mengandalkan modal dan juga aset. Terkadang, suatu perusahaan juga mempunyai hutang agar bisnis tetap berkembang. Semisalnya, jika perusahaan membeli barang atau jasa dari vendor, biasanya perusahaan akan berhutang dan hal tersebut sangat wajar dalam bisnis agar meningkatan jumlah aset dalam waktu singkat. Liabilitas adalah kewajiban untuk membayar hutang pada periode tertentu dan tertulis sebagai utang dalam pencatatan akuntansi. Dengan sistem manajemen akuntansi yang baik Anda akan mudah dalam melihat hutang maupun aset dalam perusahaan. Hutang dan aset ini dapat dilihat secara real time dengan pencatatan yang akurat menggunakan sistem akuntansi. Selain itu, software akuntansi memiliki banyak fitur, salah satunya cashflow forecasting yang membantu Anda mengetahui pendapatan dan biaya pengeluaran sehingga Anda dapat menghitung beban ataupun keuntungan dengan mudah. Banyak pebisnis yang lebih memilih berhutang untuk mengurangi risiko dari kepemilikan aset yang minim. Dengan adanya penambahan modal yang berasal dari liabilitas, perusahaan akan lebih mudah berkembang pesat dengan melakukan ekspansi pada operasional bisnisnya. Alhasil dengan perkembangan tersebut bisnis pun bisa terjadi lebih cepat. Namun dalam pelaksanaannya, suatu hutang tak hanya berupa pinjaman dalam bentuk uang, ada beberapa jenis kewajiban hutang yang bisa Anda pilih sebagai pebisnis. Daftar Isi Pengertian Jenis-jenis Liabilitas Analisis Liabilitas Kesimpulan Apa itu Liabilitas? Mengutip dari investopedia, liabilitas adalah suatu kewajiban perusahaan atau perorangan yang terselesaikan seiring berjalannya waktu dengan memberikan manfaat ekonomi seperti nilai uang, barang maupun jasa. Dalam pencatatan neraca, liabilitas akan tercatat pada sebelah kanan atau berlawanan dengan aset. Dalam persamaan akuntansi, liabilitas mempunyai singkatan ALE yang terdiri dari aset, liabilitas, dan ekuitas. Rumusnya, Aset = utang + modal. IASB International Accounting Standard Boards mengartikan liabilitas sebagai kewajiban entitas saat ini yang berasal dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya melalui arus kas keluar entitas tersebut. Australian Accounting Standard Boards menjelaskan juga bahwa liabilitas terjadi karena sebuah pengorbanan yang dilakukan untuk mendapatkan manfaat ekonomi. Manfaat ekonomi tersebut dapat berupa penghasilan, peningkatan aset, atau kekuatan modal. Secara umum, arti liabilitas adalah kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan dari pihak lain untuk mendapatkan nilai ekonomi salah satunya dalam proses operasional bisnis. Misalnya saja dalam utang yang berasal dari pembelian aset, gaji karyawan, pajak, sewa, hingga obligasi. Dalam pencatatan akuntansi, hutang berbeda dengan aset. Hal ini karena hutang adalah kewajiban kepada pihak lain sedangkan aset merupakan sumber daya yang berguna sebagai penunjang bisnis untuk menjalankan operasional. Sumber Suatu perubahan kewajiban dapat juga dianalisis melalui persamaan dasar akuntansi dengan persamaannya Aset = liabilitas + ekuitas modal. Setiap hak yang dimiliki oleh perusahaan akan selalu diimbangi dengan adanya kewajiban. Perlu Anda ketahui, bahwa liabilitas berbeda dengan beban. Hal ini karena beban adalah pengeluaran perusahaan untuk menjalankan bisnis, sedangkan hutang merupakan kewajiban yang harus Anda bayar sesuai dengan tenggat waktu tanpa melihat kondisi bisnis saat ini. Baja juga Ticketing adalah Pengertian, Manfaat dan Cara Kerjanya Jenis-jenis Liabilitas Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa nilai kewajiban adalah hutang yang harus Anda bayarkan pada periode tertentu. Suatu hutang bukan hanya dapat berupa uang saja, namun dapat berupa nilai berharga lainnya. Pada sebuah laporan keuangan, liabilitas akan dimasukkan ke dalam neraca pada akhir periode akuntansi. Jenis-jenis hutang didasari dari jangka waktu pembayaran dan sifat urgensinya. Berikut ini adalah dua jenis hutang yang perlu Anda ketahui Liabilitas jangka panjang Liabilitas jangka panjang atau kewajiban tidak lancar merupakan hutang dengan jangka waktu lebih dari satu tahun. Dalam hutang jangka panjang terdapat batasan yang berguna untuk memberikan perlindungan antara pihak peminjam dengan pihak yang dipinjamkan. Kewajiban jangka panjang ini timbul karena perusahaan ingin mengembangkan bisnisnya atau baru merintis sebuah bisnis. Contoh dari hutang jangka panjang adalah hutang hipotek, utang obligasi dan sewa modal. Liabilitas jangka pendek Jenis liabilitas selanjutnya adalah liabilitas jangka pendek atau kewajiban lancar. Hutang ini harus terbayarkan dengan jatuh tempo yang cepat kurang dari satu tahun. Sifat dari kewajiban ini adalah digunakan untuk hal yang tidak terlalu penting dalam bisnis. Hutang jangka pendek juga tidak dilakukan saat situasi sedang mendesak. Contoh dari Hutang jangka pendek adalah utang dagang, utang tagihan atau akrual, utang dividen. Selain utang tersebut juga terdapat Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan. Baca juga Manajemen Event Pengertian, Karakteristik, Tahapan, serta Contohnya Analisis Liabilitas Suatu bisnis yang berjalan dapat mengukur jumlah liabilitas terhadap dua ukuran lain untuk menentukan apakah bisnis tersebut terlalu banyak nilai hutang atau kewajiban. Untuk menentukan hal tersebut, Anda dapat melakukan analisis menggunakan sebuah metode. Salah satunya adalah metode rasio solvabilitas atau leverage bisa Anda pakai untuk analisis. Analisis dengan metode ini berfungsi untuk melihat kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya dengan membandingkan aspek akuntansi yang lain seperti aset dan modal. sumber Secara umum terdapat dua rasio yang dapat Anda pakai. Pertama, terdapat Rasio Utang Terhadap Aset Debt to Asset Ratio. Rasio ini berguna untuk menganalisis porsi hutang pada semua aset perusahaan. Perhitungan rasio ini adalah membandingkan total kewajiban dengan total aset perusahaan. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah semakin besar persentase rasio hutang terhadap aset, maka liabilitas suatu perusahaan ternilai kurang aman. Selanjutnya, terdapat Rasio Utang Terhadap Modal Debt to Equity Ratio yang bertujuan untuk membandingkan jumlah kewajiban dengan ekuitas atau modal jumlah utang yang tidak boleh melebihi jumlah modal perusahaan. Dalam artian, semakin kecil persentase rasio ini, maka liabilitas perusahaan semakin baik. Tentu, sebagai pebisnis, dengan adanya sebuah hutang atau kewajiban merupakan hal yang wajar. Namun, hal yang perlu Anda ingat adalah jumlah utang tidak boleh melebihi modal atau aset perusahaan. Baca juga Sistem Penyimpanan Arsip Berbagai Manfaat dan Jenisnya! Kesimpulan Bagi suatu perusahaan berskala besar, menghitung nilai kewajiban merupakan hal penting. Tak lain, karena nilai tersebut berkaitan erat dengan nilai aset perusahaan. Kesalahan dalam perhitungan hutang ini bisa saja memberi dampak negatif untuk perusahaan, salah satunya kesalahan dalam menghitung nilai reliabilitas yang tinggi melebihi aset perusahaan. Untuk menghitung perkiraan nilai total liabilitas perusahaan yang akurat, pastinya Anda memerlukan sebuah sistem software sistematis untuk mengelola keuangan bisnis Anda secara efektif terutama bagi perusahaan yang sudah berskala besar. Otomatiskan pengelolaan arus kas, pembuatan laporan keuangan, rekonsiliasi bank, jurnal penyesuaian, pembuatan faktur, dan lain-lainnya dengan Accounting Software terbaik kami. Ketahui sekarang, skema perhitungan harga Accounting software! Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda? Jessica Wijaya writer with a passion for business, technology and innovation. Always writing with the goal of creating thought provoking contents that are helpful for the masses.
Halyang perlu Anda ingat dalam persamaan dasar akuntansi untuk membuat laporan neraca yaitu dengan rumus : Aset = Liabilitas + Ekuitas; Bentuk Staffel. Laporan neraca bentuk staffel ini disajikan secara vertikal, yang mana setiap komponen aset akan dicatat pada bagian atas. Kemudian disusul liabilitas dan ekuitas.
Buku Akuntansi Aset Liabilitas dan Ekuitas merupakan buku pengabungan Akuntansi Keuangan Menengah 1 dan Akuntansi Keuangan Menengah utama buku ini untuk membantu mahasiswa memahami penerapan PSAK berbasis IFRS pada penerapan pelaporan keuangan perusahaan. Bukuini dilengkapi dengan contoh soal sehingga akan membantu mahasiswa dalam memahami materi atas konsep yang diberikan dalambuku ini. Mahasiswa bisa mengaplikasikan akuntansi keuangan dalam dunia praktik. Kelebihan buku ini pada pemberian ilustrasi dan penjelasan yang mendalam mengenai konsep perlakuan, penyajian, pengakuan pada laporan keuangan yang mengacu pada PSAK yang berbasis IFRS. Latihan-latihan yang banyak di dalam tiap bab sangat membantu mahasiswa dalam memahami materi, buku ini dijuga didukung dengan latihan soal dan jawaban sehingga mahasiswa bisa meningkatkan pemahaman mengenai Akuntansi Aset, Liabilitas dan Ekuitas. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free i BUKU AJAR AKUNTANSI ASET, LIABILITAS DAN EKUITAS Penulis Eny Maryanti, SE.,MA Heri Widodo, SE., Diterbitkan oleh UMSIDA PRESS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO 2020 ii BUKU AJAR AKUNTANSI ASET, LIABILITAS, DAN EKUITAS Penulis Eny Maryanti, SE., Hery Widodo, SE, ISBN 978-623-6833-98-8 Editor Hermawan, SE., Design Sampul dan Tata Letak Mochammad Nashrullah, Amy Yoga Prajati, Penerbit UMSIDA Press Anggota IKAPI No. 218/Anggota Luar Biasa/JTI/2019 Anggota APPTI No. 002 018 1 09 2017 Redaksi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Jl. Mojopahit No 666B Sidoarjo, Jawa Timur Cetakan Pertama, September 2020 ©Hak Cipta dilindungi undang undang Dilarang memperbanyak karya tulis ini dengan sengaja, tanpa ijin tertulis dari penerbit. iii KATA PENGANTAR Buku Akuntansi Aset Liabilitas dan Ekuitas merupakan buku pengabungan Akuntansi Keuangan Menengah 1 dan Akuntansi Keuangan Menengah 2. Tujuan utama buku ini untuk membantu mahasiswa memahami penerapan PSAK berbasis IFRS pada penerapan pelaporan keuangan perusahaan. Bukuini dilengkapi dengan contoh soal sehingga akan membantu mahasiswa dalam memahami materi atas konsep yang diberikan dalambuku ini. Mahasiswa bisa mengaplikasikan akuntansi keuangan dalam dunia praktik. Kelebihan buku ini pada pemberian ilustrasi dan penjelasan yang mendalam mengenai konsep perlakuan, penyajian, pengakuan pada laporan keuangan yang mengacu pada PSAK yang berbasis IFRS. Latihan-latihan yang banyak di dalam tiap bab sangat membantu mahasiswa dalam memahami materi, buku ini dijuga didukung dengan latihan soal dan jawaban sehingga mahasiswa bisa meningkatkan pemahaman mengenai Akuntansi Aset, Liabilitas dan Ekuitas. September 2020 Tim Penulis iv DAFTAR ISI BAB 1 AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI A. Akuntansi, Laporan Keuangan ……………………………………...1 B. Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen………….6 c. Siklus Akuntansi……………………………………………………………….7 BAB 2 KERANGKA KERJA KONSEPTUAL A. Kerangka Keja Konseptual…………………………………………….14 B. Karakteristik kualitatif dari Informasi Akuntansi……….. 16 C. Pengambil Keputusan……………………………………………… ...17 BAB 3 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI A. Debet dan Kredit…………………………………………………………..24 B. Persamaan Dasar Akuntansi…………………………………………25 C. Laporan Keuangan………………………………………………………….29 BAB 4 LAPORAN LABA RUGI A. Laporan laba rugi………………………………………………………45 v B. Format Laporan laba rugi………………………………………….46 C. Bentuk Laporan laba rugi…………………………………………..47 BAB 5 AKUNTANSI DAN NILAI WAKTU DARI UANG A. Konsep dari Nilai Waktu Dasar………………………….………….72 B. Nilai Masa Depan dari Jumlah Tunggal………………………..77 C. Nilai Masa depan dari anuitas ………………………………………80 BAB 6 KAS DAN PIUTANG A. Kas ………………………………………..………………………….………….88 B. Piutang ………………………………………………..………………………..90 C. Wesel Tagih………………………….. ………………………………………92 BAB 7 Penilaian Persediaan A. Klasifikasi dan pengendalian persediaan…..…….………….100 B. Perbedaan system perpetual dan periodik…………………..102 DAFTAR PUSTAKA BIODATA PENULIS vi BATANG TUBUH DAN SUB-CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH Sub Capaian Pembelajaran Mata Kuliah 1. Menjelaskan akuntansi dan laporan keuangan 2. Menjelaskan akuntansi dalam alokasi sumber daya 3. Menjelaskan standard akuntansi 1. Menjelaskan kerangka dasar penyajian dan penyusunan laporan keuangan 2. Memahami Tujuan Pelaporan Keuanga 3. Mengidentifikasi Karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi 4. Mengetahui unsur-unsur dasar dalam laporan keuangan 1. Memahami dasar akuntansi 2. Memahami mengenai aturan berpasangan 3. Memahami siklus akuntansi 4. Membuat transaksi pada jurnal, buku besar dan neraca saldo 5. Memahami ayat jurnal penyesuaian 1. Memahami fungsi dan Keterbatasan Laba/rugi 2. Memahami kualitas laba 3. Membuat laporan laba ditahan 1. Membandingkan bunga majemuk dan bunga sederhana 2. Memahami soal nilai masa depan dan nilai vii 3. Memahami soal nilai sekarang dari anuitas biasa dan jatuh tempo 1. Menjelaskan tentang kas 2. Menjelaskan tentang piutang 3. Menjelaskan akuntansi dalam alokasi sumber daya 1. Menjelaskan persediaan 2. Memahami metode persediaan 1 TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu 1. Menjelaskan akuntansi dan laporan keuangan 2. Menjelaskan akuntansi dalam alokasi sumber daya 3. Menjelaskan standard akuntansi 2 BAB I AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI A. Pendahuluan Akuntansi merupakan ilmu yang penting karena mempunyai peran untuk membantu perusahaan, investor, pemerintah dan organisasi untuk pengambilan keputusan dengan menggunakaan sumber daya yang dimiliki oleh entitas tersebut. Pengambilan keputusan yang tepat diharapkan bisa meningkatkan kinerja perusahaan, namun untuk membuat laporan keuangan, seorang akuntan harus memahami kerangka prosedur yaitu Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan PSAK B. Akuntansi, Laporan Keuangan Dan Pelaporan Keuangan Pada sebuah entitas akuntansi merupakan memegang peranan penting, akuntansi memberikan informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan dalam suatu periode. Informasi akuntansi digunakan oleh pihak internal maupun eksternal perusahaan. Pengguna informasi tersebut membutuhkan informasi akuntansi untuk membuat sebuah keputusan yang terkait Perusahaan ingin mengetahui perkembangan perusahaannya dari waktu ke waktu. Beberapa pertanyaan- pertanyaan berikut merupakan pertanyaan yang 3 berhubungan dengan pertanyaan mengenai perkembangan perusahaan 1. Berapakah jumlah piutang perusahaan dan siapa debiturnya? 2. Berapakah jumlah utang perusahaan dan siapa krediturnya? 3. Debitur-debitur mana saja yang tidak tepat dalam memenuhi kewajiban membayar utangnya? 4. Perusahaan mengalami laba atau rugi dan berapa besarnya laba atau ruginya? 5. Berapa jumlah pajak yang harus dibayar oleh perusahaan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat diperoleh jawabanya kalau perusahaan mengerjakan akuntansi. Tujuan utama akuntansi adalah memberi informasi keuangan. Definisi akuntansi yang diberikan oleh the American Accounting Association AAA sebagai berikut Accounting is the process of identifiying, measuring and communicating economic information to permit informed judgement and decisions by user of the information. Artinya akuntansi ialah proses pengidentifikasian, pengukuran dan pengkomunikasian informasi untuk memungkinkan memperoleh pertimbangan dan keputusan yang tepat bagi para pemakai informasi tersebut. Akuntansi keuangan merupakan sebuah rangkaian proses yang hasil akhirnya adalah laporan keuangan yang digunakan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan. 4 Berdasarkan pengertian diatas , terdiri atas empat hal mengenai pengertian akuntansi yaitu 1. Masukan input merupakan suatu transaksi yang dibukukan dan ada buktinya. Pencatatan transaksi dicatat berdasarkan historis dan secara sistematis selama peride tertentu, tiap catatan harus ditunjang dengan dokumen seperti faktur, kuitansi dan lain-lain. 2. Proses merupakan rangkaian kegiatan dari transaksi yang diringkas menjadi yang sudah dicatat itu dikelompokan menurut jenisnya kemudian diringkas pada sebuah daftar 3. Output keluaran merupakan informasi keuangan yang menjadi sebuah laporan keuangan 4. Pengguna Laporan Keuangan merupakan pihak yang yang mengunakan laporan keuangan untuk pengambilan keputusan. Pengguna informasi akuntansi ini dikelompokan menjadi dua kategori yaitu A. Pihak Internal merupakan pihak yang ikut dalam operasional perusahaan seperti Pihak manajemen direktur, manajer keuangan dan direktur operasional, karyawan. B. Pihak Eksternal merupakan pihak yang tidak ikut dalam operasional perusahaan seperti 5 investor, kreditur, pemerintah, supplier, BAPEPAM. GAMBAR Informasi Akuntansi dan Pihak-pihak Berkepentingan Pada Suatu Perusahaan Mengidentifikasi Pihak-pihak yang berkepentingan Internal Pemilik, manajer, karyawan Eksternal Pelanggan, Kreditor, Pemerintah Evaluasi kebutuhan informasi dari pihak-pihak yang berkepentingan Design system informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan informasi dari pihak-pihak yang berkepentingan Merancang sebuah system Informasi untuk pihak yang mempunyai kepentingan 6 C. Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen Pihak-Pihak yang memerlukan informasi akuntansi ada pihak intern dan pihak ekstern maka akuntansi dibagi menjadi 1. Akuntansi Keuangan Merupakan akuntansi yang mempunyai tujuan untuk melakukan pencatatan transaksi-transaksi keuangan dan menyusun laporan keuangan secara periodik. Laporan keuangan dibuat untuk memenuhi kepentingan umum di luar perusahaan untuk pengambilan keputusan, seperti bank, pemerintah. Pencatatan data Sumber daya ekonomi perusahaan dan kegiatan usaha Menyiapkan Laporan keuangan untuk pihak-pihak berkepentingan 7 2. Akuntansi Manajemen Merupakan akuntansi yang mempunyai tujuan utama memberikan informasi kepadapihakp-pihak intern perusahaan seperti manajer atau pengelola perusahaan untuk pengambilan keputusan. Akuntansi manajemen berkaitan dengan perencanaan, pengambilan keputusan dan pengawasan. D. Siklus Akuntansi Gambar Siklus Akuntansi 8 Tahapan kegiatan pada gambar dimulai dari penyediaan dokumen sumber dari transaksi sebagai input sampai pembuatan laporan keuangan output.Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang bisa digunakan sebagai alat untuk komunikasi data keuangan atau memberikan informasi mengenai aktivitas perusahaan. Tujuan laporan keuangan adalah menyajikan data atau informasi keuangan secara wajar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku secara umum. Laporan keuangan merupakan sarana pengomunikasian informasi keuangan utama kepada pihak-pihak diluar perusahaan. Laporan keuangan financial statements yang sering disajikan adalah 1. Neraca Merupakan laporan mengenai posisi aktiva, kewajiban dan ekuitas perusahaan. 2. Laporan laba- rugi Merupakan laporan tentang pendapatan dan beban perusahaan pada suatu periode, yang akhirnya memberikan informasi mengenai hasil usaha perusahaan. Jika selisish pendapatan 9 lebih besar daripada beban maka akan terjadi laba dan sebaliknya. Pelaporan keuangan Pelaporan keuangan harus bertujuan menyediakan informasi yang 1. Memberikan informasi yang berguna untuk membuat keputusan bagi pihak pengguna laporan keuangan. 2. Memberikan informasi menggenai pertanggungjawaban atau kinerja manajemen 3. Memberikan informasi mengenai sumber daya ekonomi dari sebuah perusahaan. 4. Memberikan proyeksi keuangan entitas dimasa depan E. Akuntansi dan alokasi modal Sumber daya yang terbatas membuat perusahaan menggunakannya secara efektif dan efisien, hal tersebut akan menentukan apakah perusahaan bisa berkembang atau tidak. Seorang akuntan harus dengan seksama menguasai semua pengetahuan yang berhubungan dengan akuntansi, sehingga akuntan mampu mengukur kinerja perusahaan secara tepat, dan membuat penafsiran-penafsiran laporan keuangan. Sebagai contoh dengan informasi keuangan yang memiliki kualitas maka akan membantu investor dalam menganalisa sebuah perusahaan yang akan dibeli sahamnya. Dengan membandingkan laporan keuangan antara perusahaan akan membantu investor dalam mengambil keputusan akan membeli perusahaan yang mana. 10 Kreditur dan investor merupakan sumber daya karena sebagai pemilik dana, investor akan memilah-milah investasi pada sebuah perusahaan yang akan memberikan tingkat pengembalian yang tinggi. Kreditur juga akan memilah-milah perusahaan yang layak diberikan pinjaman yang mempunyai kemampuan untuk mengembalikan dana kreditur dengan waktu yang telah ditentukan. F. Standar Akuntansi Keuangan Standar merupakan pedoman dalam menyusun laporan keuangan sehingga laporan keuangan memili keseragaman antar entitas, hal tersebut mempermudah pihak manajmen untuk membuat laporan keuangan karena standar memberikan ketentuan cara penyusuanan tersebut. Terdiir dari dua standard yang diadopsi oleh dunia yaitu IFRS International Financial Reporting Standard dan GAAP Generally Accapted Accounting Principles. Standard Akuntansi yang berlaku di Indonesia terdiri dari lima standard yaitu 1. Standar Akuntansi Keuangan SAK merupakan standar yang digunakan untuk entitas yang terdaftar atau dalam proses pendaftaran di pasar modal. Standard ini di Indonesia mengadopsi secara penuh IFRS pada tahun 2012. 2. Standard Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntanbilitas Publik SAK ETAP merupakan standard yang digunakan oleh entitas yang tidak memiliki akuntanbilitas public 3. Standard Akuntansi Syariah meruapakan standard yang digunakan oleh entitas yang memiliki dasar syariah. 11 4. Standard Akuntansi Pemerintah SAP merupakan standard akuntansi yang digunakan oleh instansi pemerintah daerah dan pusat. 5. Standard Akuntansi EMKM merupakan standard akuntansi yang digunakan oleh entitas EMKM G. Kesimpulan Akuntansi keuangan merupakan sebuah rangkaian proses yang hasil akhirnya adalah laporan keuangan yang digunakan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan. Berdasarkan pengertian diatas , terdiri atas empat hal mengenai pengertian akuntansi yaitu Masukan input merupakan suatu transaksi yang dibukukan dan ada buktinya. Pencatatan transaksi dicatat berdasarkan historis dan secara sistematis selama peride tertentu, tiap catatan harus ditunjang dengan dokumen seperti faktur, kuitansi dan lain-lain. Proses merupakan rangkaian kegiatan dari transaksi yang diringkas menjadi yang sudah dicatat itu dikelompokan menurut jenisnya kemudian diringkas pada sebuah daftar. Output keluaran merupakan informasi keuangan yang menjadi sebuah laporan keuangan. Pengguna Laporan Keuangan merupakan pihak yang yang mengunakan laporan keuangan untuk pengambilan keputusan. Pengguna informasi akuntansi ini dikelompokan menjadi dua kategori yaitu Pihak Internal merupakan pihak yang ikut dalam operasional perusahaan seperti Pihak manajemen direktur, manajer keuangan dan direktur operasional, karyawan. Pihak Eksternal merupakan pihak yang tidak ikut dalam operasional perusahaan seperti investor, kreditur, pemerintah, supplier, BAPEPAM. Standard Akuntansi yang berlaku di Indonesia terdiri dari lima standard yaitu Standar Akuntansi Keuangan SAK merupakan standar yang digunakan untuk entitas yang terdaftar atau dalam proses pendaftaran di pasar modal. 12 Standard ini di Indonesia mengadopsi secara penuh IFRS pada tahun 2012. Standard Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntanbilitas Publik SAK ETAP merupakan standard yang digunakan oleh entitas yang tidak memiliki akuntanbilitas public. Standard Akuntansi Syariah meruapakan standard yang digunakan oleh entitas yang memiliki dasar syariah. Standard Akuntansi Pemerintah SAP merupakan standard akuntansi yang digunakan oleh instansi pemerintah daerah dan pusat. Standard Akuntansi EMKM merupakan standard akuntansi yang digunakan oleh entitas EMKM SOAL 1. Jelaskan apa yang dimaksud akuntansi? 2. Apakah yang dimaksud dengan transaksi-transaksi keuangan? 3. Sebutkan dan Jelaskan tujuan laporan keuangan! 4. Sebutkan lima standard akuntansi yang ada di Indonesia! 5. Sebutkan dan jelaskan lima laporan keuangan menurut PSAK! Daftar Pustaka Keiso, Donald E. Weygandt, Jerry J. Warfield, Terry D. 2007. Akuntansi Intermediate. Penerbit Erlangga. Jakarta. Martani, Dwi. Dkk. 2016. Akuntansi Keuangan Menengah. Salemba Empat. Jakarta 13 Niswonger, C. Rollin. Warren, Carls S. Reeve, James M. 1999. Prinsip-Prinsip Akuntansi Edisi 19. Penerbit Erlangga. Jakarta 14 BAB II KERANGKA KERJA KONSEPTUAL YANG MENDASARI AKUNTANSI KEUANGAN A. Pendahuluan Pemakai laporan keuangan ingin laporan keuangan yang dihasilkan mengandung informasi yang bisa TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu 1. Menjelaskan kerangka dasar penyajian dan penyusunan laporan keuangan 2. Memahami Tujuan Pelaporan Keuanga 3. Mengidentifikasi Karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi 4. Mengetahui unsur-unsur dasar dalam laporan keuangan 5. Mengetahui asumsi-asumsi dasar akuntansi 6. Mengetahui kendala pada pelaporan informasi akuntansi 15 diandalkan dan relevan. Oleh karena itu akuntan membutuhkan kerangka kerja konseptual untuk pedoman akuntansi. B. Kerangka Kerja Konseptual Kerangka kerja konseptual merupakan kerangka dasar penyajian dan penyusunan laporan keuangan, merupakan konsep fundamental keuangan yang menjadi landasan bagi penetapan standard. Kerangka konseptual ini menjadi pedoman untuk menyusun sebuah standard dan menjadi kunci dalam menyelesaikan permasalahan akuntansi yang mungkin belum ada dalam standard yang sudah ada. Tujuan Kerangka Konseptual Kerangka konseptual bertujuan untuk 1. Menyusun standard akuntansi 2. Meningkatkan pemahaman pengguna laporan keuangan 3. Menaikan daya banding antar laporan keuangan perusahaan 4. Memberika solusi terhdap permasalahan-permasalahan akuntansi karena mengacu kepada teori fundamental 5. Para pengguna dalam menginterprestasikan informasi dalam laporan keuangan 16 6. Membantu auditor dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Kerangka konseptual menurut PSAK yaitu 1. Tujuan laporan keuangan 2. Karakteristik kualitatif informasi keuangan yang berguna; 3. Definisi, pengakuan, dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan; 4. Konsep modal .dan pemeliharaan modal. Kerangka konseptual merupakan fundamental dalam menyusun laporan keuangan, kerangka konseptual berlaku untuk semua jenis entitas baik sector swasta maupun sector publik. Tujuan Dasar Tujuan pelaporan keuangan yaitu 1. Memberikan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan 2. Membantu kreditor dan investor dalam memprediksi arus kas dimasa yang akan datang 3. Memberikan informasi tentang sumber daya entitas 17 C. Karakteristik kualitatif dari Informasi Akuntansi Laporan Keuangan berisi informasi kuantitatif, yang berisikan informasi keuangan agar informasi tersebut bermanfaat bagi pengguna informasi tersebut maka harus memenuhi karakteristik kualitatif. Ada Empat karakteristik kualitatif yaitu 1. Dapat dipahami Laporan keuangan harus bisa dipahami oleh para pengguna laporan keuangan agar bisa digunakan untuk mengambil keputusan. 2. Relevan Informasi dikatakan relevan jika informasi yang disajikan pada laporan keuangan berpengaruh terhadap keputusan perusahaan. Agar relevan, informasi akuntansi harus membuat perbedaan dalam sebuah keputusan. Jika tidak mempengaruhi keputusan, maka informasi tersebut dikatakan tidak relevan dengan keputusan yang diambil. 3. Keandalan Informasi disebut andal jika informasi yang disajikan bebas dari kesalahan material, tidak menyesatkan dan disajikan secara wajar. Informasi akuntansi dianggap handal jika dapat diverivikasi, disajikan secara tepat serat bebas dari kesalahan dan bias. 18 Daya uji verifiability ditunjukkan ketika pengukur-pengukur independen, dengan menggunakan metode pengukuran yang sama, mendapat hasil yang serupa. Ketepatan penyajian representational faithfullness berarti bahwa angka-angka dan penjelasan dalam laporan keuangan mewakili apa yang beetul-betul ada dan terjadi. Netralitas neutrality berarti informasi tidak berpihak pada kepentingan tertentu 4. Kendala Manfaat yang dihasilkan oleh informasi harus lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan. D. Pengambil keputusan pemakai dan kemampuan memahami Unsur-Unsur Dasar Salah satu aspek penting dalam pengembangan struktur teoritis adalah unsur-unsur dasar Unsur-unsur tersebut adalah 1. Aktiva Aktiva merupakan suatu sumber daya yang bisa memberikan manfaat di masa yang akan datang. 2. Kewajiban Kewajiban merupakan kegiatan ekonomi dimasa depan berupa pengorbanan 19 3. Ekuitas Ekuitas merupakan selisih antara aktiva dan kewajiban perusahaan atau entitas. 4. Investasi Investasi merupakan kegiatan yang mempunyai nilai untuk menaikan aktiva bersih atau untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. 5. Dividen Pembagian laba dilakukan jika perusahaan mendapatkan laba dari operasional perusahaan selama satu periode, pembagian laba tersebut diberikan kepada pemegang saham yang disebut deviden. 6. Laba/Rugi Komprehensif Aktivitas perusahaan akan mengakibatkan laba/rugi yang disebut dengan laba/rugi komprehensif. 7. Pendapatan Pendapatan adalah peningkatan aktiva atau adanya kas masuk dari kegiatan perusahaan dalam satu periode. 8. Beban Beban adalah pengurangan aktiva atau adanya kas keluar karena adanya suatu kewajiban pada satu periode. 9. Keuntungan Keuntungan merupakan selisih lebih antara pendapatan dan beban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas. 10. Kerugian 20 Kerugian merupakan selisih kurang antara pendapatan dan beban yang mengakibatkan penurunan ekuitas. Asumsi-Asumsi Dasar Asumsi digunakan sebagai konsep dasar untuk menyusun laporan keuangan. Asumsi dasar tersebut digunakan untuk menyusun 1. Asumsi Entitas Ekonomi. Merupakan aktivitas ekonomi dapat diidentifikasikan dengan unit pertanggungjwaban tertentu. 2. Asumsi Kelangsungan Hidup going concern assumption. Artinya perusahaan bisa bertahan untuk melangsungkan operasionalnya. 3. Asumsi unit moneter monetary unit assumption. arti bahwa uang adalah sebagai alat pengukuran. 4. Asumsi periodisasi periodicity assumption. Artinya bahwa semua kegiatan ekonomi bisa dipisahkan berdasarkan periode waktu. Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi 1. Prinsip Biaya Historis historical cost principle.. Adalah harga akuisisi yang diakui sebagai nilai aktiva dan kewajiban. 2. Prinsip Pengakuan Pendapatan revenue recognition principle. Pendapatan diakui pada saat telah dihasilkan atau dapat direalisasi 3. Prinsip Penandingan matching principle. Adalah membandingkan antara beban dan pendapatan. 21 4. Prinsip Perngungkapan Penuh full disclosure principle. Adalah semua informasi yang disajikan dalam laporan keuangan merupakan semua informasi ekonomi pada perusahaan yang tidak ada yang disembunyikan. Kendala Informasi yang disajikan mengandung informasi yang kualiitatif sehingga ada dua kendala yaitu 1. Hubungan Biaya Manfaat cost-benefit relationship. Artinya bahwa biaya yang dikeluarkan harus lebih rendah dari manfaat yang didapatkan 2. Materialitas materiality. Artinya akan dikatakan material jika besar kecilnya suatu nilai tersebut bisa mempengaruhi keputusan pengguna laporan keuangan. E. Kesimpulan Laporan Keuangan berisi informasi kuantitatif, yang berisikan informasi keuangan agar informasi tersebut bermanfaat bagi pengguna informasi tersebut maka harus memenuhi karakteristik kualitatif. Ada Empat karakteristik kualitatif yaitu Dapat dipahami, Relevan , Keandalan, Daya uji verifiability, Ketepatan penyajian representational faithfullness Netralitas neutrality. Terdapat kendala pada terhadap pelaporan informasi akuntansi yaitu Hubungan manfaat dan biaya dan materialitas. . 22 Unsur-unsur dasar merupakan aspek yang penting. Unsur-unsur tersebut adalah Aktiva, Kewajiban, Ekuitas, Investasi oleh pemilik, Distribusi kepada pemilik/ Dividen, Laba/Rugi Komprehensif, Pendapatan, Beban , Keuntungan , Kerugian. Asumsi digunakan sebagai konsep dasar untuk menyusun laporan keuangan. Yaitu Aumsi Entitas Ekonomi, Asumsi Kelangsungan Hidup going concern assumption, Asumsi unit moneter monetary unit assumption. Asumsi periodisasi periodicity assumption. Artinya bahwa semua kegiatan ekonomi bisa dipisahkan berdasarkan periode waktu. Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi yaitu Prinsip Biaya Historis historical cost principle, Prinsip Pengakuan Pendapatan revenue recognition principle, Prinsip Penandingan matching principle. Adalah membandingkan antara beban dan pendapatan., Prinsip Perngungkapan Penuh full disclosure principle. . SOAL 1. Sebutkan dan jelaskan asumsi dasar akuntansi! 2. Jelaskan perbedaan konsistensi dan komparabilitas 3. Jelaskan perbedaan Kerugian dan beban 4. Jelaskan perbedaan keuntungan dan laba 5. Jelaskan mengapa dalam akuntansi keuangan kerangka kerja konseptual merupakan hal yang penting. 23 Daftar Pustaka Keiso, Donald E. Weygandt, Jerry J. Warfield, Terry D. 2007. Akuntansi Intermediate. Penerbit Erlangga. Jakarta. Martani, Dwi. Dkk. 2016. Akuntansi Keuangan Menengah. Salemba Empat. Jakarta 24 Niswonger, C. Rollin. Warren, Carls S. Reeve, James M. 1999. Prinsip-Prinsip Akuntansi Edisi 19. Penerbit Erlangga. Jakarta 25 BAB III SISTEM INFORMASI AKUNTANSI A. Pendahuluan TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu 1. Memahami dasar akuntansi 2. Memahami mengenai aturan berpasangan 3. Memahami siklus akuntansi 4. Membuat transaksi pada jurnal, buku besar dan neraca saldo 5. Memahami ayat jurnal penyesuaian 6. Membuat Laporan Keuangan 7. Membuat jurnal penutup 26 Sistem informasi dibutuhkan oleh perusahaan jika informasi yang dsampaikan mempunyai keandalan, jika informasi yang disampaikan tidak mempunyai nilai akurat atau keandalan maka informasi tersebut tidak akan membantu perusahaan untuk mencapai kinerja yang lebih baik. B. Debet dan Kredit Debet dan Kredit mempunyai arti kiri dan kanan yang biasanya mempunyai singkatan Dr Debit dan Kr kredit. Pencatatan debet pada sisi kiri dan kredit pada sisi kanan. Pencatatan debet dan kredit dalam akuntansi sebagai berikut Persamaan Dasar Akuntansi Harta perusahaan merupakan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Dalam akuntansi, harta disebut aktiva. Pada akuntansi yang disebut aktiva bukan uang tunai saja melainkan semua hak yang bisa dinilai dengan uang, seperti peralatan, 27 persediaan dan piutang. Aktiva perusahaan bisa berasal dari investasi ataupun dari pinjaman. Modal pemilik atau disingkat modal merupakan investasi pemilik. Kewajiban hutang merupakan pinjaman dari pihak ketiga yang harus terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Misalnya Bapak Athar mendirikan sebuah perusahaan dengan menginvestasikan uang tunai sejumlah Rp. ke dalam perusahaan yang didirikan, maka aktiva perusahaan itu pada tanggal pendirian hanya terdiri uang tunai sebesar Rp. Besar modal perusahaan tersebut sebesar Rp. jika dinyatakan dengan sebuah persamaan maka susunannya sebagai berikut Ket Pendapatan dan beban termasuk dalam ekuitas Jika aktiva yang berupa uang tunai sejumlah Rp. itu berasal dari dua sumber misalnya 1 Pinjaman dari bank sebesar Rp. 2 Investasi dari pemilik Rp. Maka dalam hal ini susunan persamaan itu adalah Istilah dalam persamaan dasar akuntansi yang dipakai utuk kewajiban dan modal disebut sebagai pasiva, jadi Aktiva = Kewajiban + Modal Aktiva = Kewajiban + Modal 28 Atau Kewajiban memiliki beberapa jenis, misalnya utang wesel, utang usaha dan sebagainya. Utang usaha timbul karena telah membeli barang dagangan atau memperoleh jasa dengan kredit dengan pembayaran di waktu yang akan datang. Orang atau badan yang berhutang disebut Debitur, orang atau badan yang memberikan hutang disebut kreditur. Pengaruh Transaksi Keuangan Terhadap Persamaan Dasar Akuntansi Pada setiap transaksi keuangan perusahaan menyebabkan adanya akibat berbagai perubahan dalam ketiga unsure persamaan dasar akuntansi. Perubahan itu bisa timbul pada aktiva saja, atau aktiva dan kewajiban, atau aktiva, kewajiban dan modal. Agar lebih jelas perhatikan contoh-contoh dari transaksi dibawah ini Transaksi 1 Pada tanggal 1 September 2020, Azky memulai perusahaannya dengan menyetor uang tunai pribadinya sebanyak Rp. ke salam kas perusahaan. Dampak dari transaksi tersebut maka  Timbulnya aktiva uang kas sebanyak Rp. dalam perusahaan  Uang Rp. itu berasal dari uang pemilik, maka ia mempunyai investasi sebanyak Rp. sebagai modal perusahaan. 29 Jadi setelah transaksi tersebut diatas maka persamaan dasar akuntansi perusahaan Azky adalah sebagai berikut dalam ribuan Transaksi 2 Pada Tanggal 23 September 2020 Perusahaan Azky tersebut membeli dengan tunai sebidang tanah dengan harga Rp. Akibat transaksi tersebut adalah  Aktiva uang kas berkurang sebesar Rp.  Aktiva baru yaitu sebidang tanah sebesar Unsur-unsur dalam persamaan dasar akuntansi perusahaan Azky sebelum adanya transaksi-transaksi tanggal 1 dan 23 September 2020 maka saldo setelah tanggal 23 September sebagai berikut Rp. + Rp. = Rp. Rp. + Rp. = Rp. 30 Laporan Keuangan Berdasarkan PSAK no 1 ada lima jenis laporan keuangan yaitu 1. Laporan laba rugi komprehensif 2. Laporan posisi keuangan 3. Laporan perubahan ekuitas 4. Laporan arus kas 5. Catatan atas Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan informasi yang berguna bagi pemakainya, seperti pemilik, manajemen, kreditur, investor untuk pengambilan keputusan seperti 1. Menentukan untuk memberi pinjaman atau tidak kepada perusahaan 2. Menentukan perusahaan akan berinvestasi atau tidak SIKLUS AKUNTANSI Siklus Akuntansi adalah proses semua yang dilakukan perusahaan untuk mengolah data keuangan untuk menjadi informasi yang berguna untuk mengambil keputusan. Berikut ini merupakan siklus akuntansi 31 Gambar Siklus Akuntansi C. PENCATATAN TRANSAKSI Transaksi adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mempunyai dampak terhadap keuangan. Seperti contoh transaksi pada PT. Shah dibawah ini 1. Bapak Shah menyetor modal sebesar Rp. kepada PT. Shah Neraca saldo setelah penutupan 32 2. Membayar gaji pegawai sebesar Rp. 3. Membeli peralatan kantor sebesar secara kredit Rp. 4. Menerima pembayaran piutang sebesar Rp. Transaksi yang tidak mempunyai dampak terhadap keuangan yaitu 1. Pengangkatan Bapak Shah sebagai manajer operasional 2. Menerima surat penawaran produk 3. Bapak Athar menyampaikan perhitungan gaji yang baru JURNAL Pencatatan transaksi setiap ada peristiwa dilakukan melalui jurnal umum, pencatatan dilakukan secara urut berdasarkan tanggal peristiwa. Bentuk Jurnal umum sebagai berikut; Menggunakan ilustrasi PT. Shah di atas, maka jurnal yang dibuat selama bulan September 2020 adalah sebagai berikut 33 Pemindahbukuan Posting Pemindahbukuan merupakan proses untuk klasifikasi untuk dimasukan ke dalam buku besar. Tahapan untuk melakukan pemindahbukuan adalah sebagai berikut 1 Menganalisis nama-nama akun dan dipindahkan pada kolom debet atau kredit pada akun yang dibuka besar. 2 Untuk kode akun yang dituliskan pada kolom refrensi di jurnal di masukan pada kolom refrensi yang ada di buku besar. 3 Saldo akhir setiap akun dalam buku besar ditentukan Pemindahbukuan akan dilaksanakan pada tiap transaksi yang dijurnal, berikut ini merupakan contoh buku besar PT. Shah Kas Modal 1/9 34 1/9 6/9 2. Beban Gaji Peralatan Kantor 4/9 5/9 Hutang Piutang 4/9 Kesimpulan Debet dan Kredit mempunyai arti kiri dan kanan yang biasanya mempunyai singkatan Dr Debit dan Kr kredit. Pencatatan debet 35 pada sisi kiri dan kredit pada sisi kanan. Pencatatan transaksi setiap ada peristiwa dilakukan melalui jurnal umum, pencatatan dilakukan secara urut berdasarkan tanggal peristiwa. Pemindahbukuan merupakan proses untuk klasifikasi untuk dimasukan ke dalam buku besar. Tahapan untuk melakukan pemindahbukuan adalah sebagai berikutMenganalisis nama-nama akun dan dipindahkan pada kolom debet atau kredit pada akun yang dibuka besar. Untuk kode akun yang dituliskan pada kolom refrensi di jurnal di masukan pada kolom refrensi yang ada di buku besar. Saldo akhir setiap akun dalam buku besar ditentukan. Berdasarkan PSAK no 1 ada lima jenis laporan keuangan yaituLaporan laba rugi komprehensif, Laporan posisi keuangan, Laporan perubahan ekuitas, Laporan arus kas dan Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan keuangan merupakan informasi yang berguna bagi pemakainya, seperti pemilik, manajemen, kreditur, investor untuk pengambilan keputusan seperti Menentukan untuk memberi pinjaman atau tidak kepada perusahaan, Menentukan perusahaan akan berinvestasi atau tidak. Soal 1. Dari transaksi dibawah ini buatlah persamaan dasar akuntansi PT. ABC memperoleh uang tunai sebesar Rp. dari pemilik untuk seteron modal PT. ABC membeli tunai kendaraan RP. secara tunai PT. ABC membeli perlengkapan secara kredit sebesar Rp. kepada UD. Makmur PT. ABC memperoleh penghasilan RP. dari penyewaan kendaraan ke pelanggan 36 PT. ABC melunasi semua hutang kepada UD. Makmur lihat transaksi tanggal 4 PT. ABC membayar tagihan listrik sebesar Rp. PT. ABC membeli mesin secara runai sebesar Rp. 2. Dari data dibawah ini buatlah jurnal penutup dan jelaskan fungsi jurnal penutup! Perusahaan SHAH, Sidoarjo LAPORAN LABA/ RUGI 31 DESEMBER 2016 Beban Perlengkapan Kantor Beban penyusutan peralatan kantor LAPORAN PERUBAHAN MODAL Modal tuan shah 1 desember 2016 37 3. Dari data dibawah ini buatlah jurnal koreksi dengan metode dua langkah dan satu langkah! I. Pada tanggal 4 mei CV. Cahaya membeli secara tunai perlengkapan kantor sebesar tetapi dicatat oleh bagian akuntansi sebagai peralatan II. Pada tanggal 6 Mei CV. Cahaya memperoleh penghasilan usaha Rp. secara tunai tetapi oleh bagian akuntansi dicatat sebesar 4. Dari data dibawah Buatlah jurnal umum dan jurnal penyesuaian tutup buku tanggal 31 Desember 2018 dari transaksi dibawah ini! A. Pada tanggal 1 April 2018 PT YC memperoleh pendapatan sewa sebesar Rp. dengan pendekatan neraca B. Pada tanggal 1 Maret 2018 PT YC membayar biaya iklan untuk 1 tahun sebesar RP. dengan pendekatan laba rugi C. PT YC belum membayar gaji pegawai sebesar RP. yang seharusnya sudah dibayarkan 5. Berikut ini informasi saldo akun-akun di PT. Jaya Abadi per 31 Desember 2018. Beban sewa dibayar dimuka 38 Informasi untuk pencatatan penyesuaian per 31 Desember 2018 a. Hasil perhitungan fisik diketahui bahwa perlengkapan kantor yang masih di gudang bernilai Rp. b. Besarnya beban penyusutan peralatan kantor untuk periode 2018 ditetapkan sebesar Rp. c. Sewa kantor yang pembayarannya dilakukan dimuka lihat akun beban sewa dibayar dimuka pada daftar saldo diatas merupakan transaksi tanggal 2 Juli 2018 untuk penyewaan selama 1 tahun. d. Besarnya beban penyusutan kendaraan sebesar RP. e. Perusahaan harus mengakui beban iklan Rp. yang belum dibayarkan tetapi iklan sudah ditayangkan di mperiode ini Dari data diatas buatlah 1. Jurnal penyesuaian 2. Neraca saldo setelah penyesuain dan laporan laba rugi 40 KETERANGAN 1. Perlengkapan kantor yang tersisa pada bulan mei 2014 sebesar Rp. 2. Persediaan barang jadi pada akhir bulan mei 2014 sebesar RP. 3. Persediaan barang dalam proses pada akhir bulan mei 2014 sebesar Rp. 4. Persediaan bahan baku pada akhir bulan mei 2014 sebesar Rp. 5. Biaya penyusutan asset tetap pada bulan mei 2014 sebesarRp. Dari data diatasbuatlah 1. Jurnal penyesuaian 2. Neraca lajur 3. Laba rugi DibawahiniadalahtransaksidariperusahaanJasaReparasimobil “ ROSSA” Menerimapendapatansecaratunaidaripelangganatasjasareparasisebesar RP. 10.. Penerimaanpiutangkaryawan yang dipotongdarigajikaryawansebesar RP. DiterimapelunasanpiutangdaripelanggansebesarRp. Membeliperlengkapankantor ATK sebesarRp. 41 Membayarhutangkepada distributor olisebesar RP. dibeliperalatanbengkeldanperlengkapanbengkelmasing-masingsehargaRp danRp Jumlahtersebutdibayartunai. Membeliperlengkapanbengkelsebesar RP. dibayartunai Membayargajipegawaisebesar RP. Membayarlistrikdan air sebesarRp. MembayarsewauntukruanganbengkelRp DiterimatunaipendapatanservisRp Diterimauangmukauntukpekerjaan cat mobilRp Dikirimfakturpenagihanataspekerjaan cat mobil yang telahselesaidikerjakanRp kepadausahapengangkutan REJO Diterimapendapatanservisatasmobil yang telahselesaidikerjakansejumlahRp AngkutanRejomembayartagihansebesarRp. PelangganservismobilsebesarRp. tetapibarudibayarsetengahnya, sisanyaakandilunasibulanberikutnya. Dari transaksidiatassaudaradimintamembuat 1. Jurnal 2. Bukubesar 3. Neracasaldo 42 KETERANGAN 6. Perlengkapan kantor yang tersisa pada bulan mei 2014 sebesar Rp. 7. Persediaan barang jadi pada akhir bulan mei 2014 sebesar RP. 43 8. Persediaan barang dalam proses pada akhir bulan mei 2014 sebesar Rp. 9. Persediaan bahan baku pada akhir bulan mei 2014 sebesar Rp. 10. Biaya penyusutan asset tetap pada bulan mei 2014 sebesar Rp. Dari data diatas buatlah 1. Jurnal penyesuaian 2. Neraca lajur 3. Laporan laba rugi 44 Daftar Pustaka Keiso, Donald E. Weygandt, Jerry J. Warfield, Terry D. 2007. Akuntansi Intermediate. Penerbit Erlangga. Jakarta. Martani, Dwi. Dkk. 2016. Akuntansi Keuangan Menengah. Salemba Empat. Jakarta Niswonger, C. Rollin. Warren, Carls S. Reeve, James M. 1999. Prinsip-Prinsip Akuntansi Edisi 19. Penerbit Erlangga. Jakarta 45 BAB IV LAPORAN LABA RUGI DAN INFORMASI YANG BERHUBUNGAN Pendahuluan TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu 1. Memahami fungsi dan Keterbatasan Laba/rugi 2. Memahami kualitas laba 3. Membuat laporan laba ditahan 46 Salah satu jenis laporan keuangan yang bisa menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba yaitu laporan laba rugi komprehensif. Melalui laporan ini kita bisa melihat bagaimana kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba, dan dari laporan laba rugi tersebut kita juga bisa mengetahui kinerja perusahaan. LAPORAN LABA-RUGI Laporan laba-rugi statement of income Laporan yang menunjukan kinerja perusahaan pada periode waktu tertentu. Fungsi laporan laba-Rugi Laporan laba-rugi mempunyai beberapa manfaat seperti 1. Memprediksi arus kas masa depan 2. Memprediksi kinerja perusahaan diperiode berikutnya 3. Mengevaluasi kinerja sebelumnya dan menentukan rencana kedepan 4. Menilai resiko Keterbatasan Laporan Laba-Rugi 1. Angka yang ada pada laporan laba rugi tergantung dari metode akuntansi yang digunakan misalnya metode persediaan Lifo dan fifo akan menghasilkan angka yang berbeda pada laporan laba-rugi 47 2. Pos-pos atau angka yang tidak dapat diukur secara akurat tidak dilaporkan dalam laporan laba-rugi Kualitas Laba Pengelolaan laba adalah earnings management adalah Pengelolaan laba merupakan tindakan yang dilakukan untuk menghasilkan laporan laba rugi sesuai dengan kehendak manajemen, misalnya dengan cara menaikan laba hal ini akan berdampak pada kualitas laba karena laba yang dihasilkan tidak sesuai dengan kondisi real perusahaan sehingga akan berakibat kualitas laba nya tidak bagus. Format laporan laba rugi Unsur Unsur Laporan Laba-Rugi  Pendapatan , Peningkatan aktiva adanya aliran masuk aktiva karena adanya operasional perusahaan.  Beban , Penurunan aktiva karena adanya operasional perusahaan  Keuntungan , Kenaikan ekuitas karena adanya operasional perusahaan  Kerugian , Penurunan ekuitas perusahaan dari operasional perusahaan Laporan Laba-Rugi Bentuk Langsung 48 Laporan Laba-Rugi Bentuk Langsung hanya ada dua pengelompokanyaitu pendapatan dan beban. Perusahaan menggunakan laporan laba-rugi bentuk langsung dalam pelaporan keuangan karena bentuknya yang sederhana. Laporan Laba Rugi Untuk tahun yang berakhir 31 desember 2020 Pendapatan Penjualan bersih Pendapatan deviden Pendapatan sewa Total pendapatan Beban Harga pokok penjualan Beban penjualan Beban adminitrasi Beban gaji Beban pajak Total 49 Laba bersih Laba per saham biasa Laporan laba rugi bertahap Untuk laporan laba rugi bentuk bertahap ada beberapa kelompok yang dibedakan yaitu 1. Adanya Pemisahan aktifitas operasi dan non operasi perusahaan 2. Adanya Klasifikasi beban berdasarkan fungsinya Laporan laba rugi Untuk tahun yang berakhir 31 desember 2020 Pendapatan penjualan Penjualan xxx Dikurangi diskon penjualan xxx 50 Retur penjualan dan penurunan harga xxx Pendapatan penjualan bersih xxx Harga pokok penjualan Persediaan barang dagang , 1 januari 2020 xxx Pembellian xxx Dikurangi diskon pembelian xxx Pembelian bersih xxx Biaya angkut Dan transportasi xxx Total barang dagang yang tersedia untuk dijual xxx Dikurangi persediaan barang 31 des 2020 xxx Harga pokok penjualan xxx Laba kotor atas penjualan xxx Beban operasi 51 Beban penjualan Gaji dan komisi penjualan xxx Gaji kantor penjualan xxx Penyusutan peralatan xxx Beban telepon dan internet xxx Beban adminitasi Beban utilitas xxx Beban asuransi xxx Penyusutan bangunan xxx Penyusutan peralatan kantor xxx Beban kantor rupa-rupa xxx Laba dan operasi xxx 52 Pendapatan dan keuntungan lainnya Pendapatan deviden xxx Pendapatan sewa xxx Beban kerugian lainnya Bunga wesel xxx Laba sebelum pajak penghasilan xxx Pajak penghasilan xxx Laba bersih xxx Laba per saham biasa xxx LAPORAN POS-POS TIDAK BIASA Pos-pos tidak biasa terbagi dalam enam kategori 1. Operasi yang dihentikan yaitu perusahaan menghentikan operasi perusahaan, misalnya perusahaan menghilangkan 53 salah satu operasi perusahaan misalnya perusahaan tidak lagi memproduksi produk A. 2. Pos-pos luar biasa yaitu aktivitas perusahaan yang bukan berasal sdari aktivitas utama perusahaan dan dari aktivitas tersebut merupakan pos-pos yang jarang muncul. 3. Keuntungan dan kerugian yang tidak biasa maksudnya adalah keuntungan dan kerugian yang tidak berasal dari aktivitas utama perusahaan 4. Perubahan perinsip akuntansi merupakan adanya perubahan prinsip akuntansi dari jenis satu ke jenis lainya, misalnya dari metode penyusutan garis lurus ke metode penyusutan jam jasa 5. Perubahan estimasi merupakan adanya penyesuaian atau koreksi estimasi misalnya tahun sebelumnya perusahaan mengestimasi nilai sisa dari peralatan A adalah Rp. ternyata pada tahun berikutnya estimasi nilai sisa berubah menjadi Rp, Laba per saham Perhitungan laba persaham adalah laba bersih setelah dikurangi dengan dividen saham preferen di bagi dengan rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar. Laba Bersih - Dividen SahamPreferen = laba per saham Rata-rata tertimbang Saham Biasa yang beredar 54 Laporan laba Ditahan Laba bersih akan mengakibatkan kenaikan pada laba ditahan dan rugi bersih akan mengakibatkan penurunkan laba ditahan. Untuk pembagian dividen tunai maupun dividen saham akan menurunkan laba ditahan. Informasi yang berhubungan dengan laba ditahan bisa ditujukan dengan beberapa cara; Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2020 Laba ditahan,1 januari,seperti yang dilaporkan Rp. Ditambah laba bersih Rp. Rp. DikurangiDividen tunai Rp. Dividen saham Rp. Laba ditahan,31 Desember 55 Laba komprehensif Laba komprehensif merupakan semua pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian baik yang berasal dari aktivitas utama perusahaan maupun yang bukan berasal dari aktivitas utama perusahaan. Laporan Ekuitas pemegang Saham Laporan ini merupakan laporan yang mengenai perubahan ekuitas pemegang saham. Misalnya adalah PT. A memiliki akun ekuitas pemegang saham berikut pada awal tahun 2020 saham biasa, Rp. Laba Ditahan, dan akumulasi laba Komprehensif lainnya tidak ada perubahan yang terjadi dalam akun saham biasa selama tahun berjalan. Kesimpulan Pengelolaan laba adalah earnings management adalah Pengelolaan laba merupakan tindakan yang dilakukan untuk 56 menghasilkan laporan laba rugi sesuai dengan kehendak manajemen, misalnya dengan cara menaikan laba hal ini akan berdampak pada kualitas laba karena laba yang dihasilkan tidak sesuai dengan kondisi real perusahaan sehingga akan berakibat kualitas laba nya tidak bagus. Pendapatan , Peningkatan aktiva adanya aliran masuk aktiva karena adanya operasional perusahaan. Beban , Penurunan aktiva karena adanya operasional perusahaan. Keuntungan , Kenaikan ekuitas karena adanya operasional perusahaan .Kerugian , Penurunan ekuitas perusahaan dari operasional perusahaan. Laporan Laba-Rugi Bentuk Langsung hanya ada dua pengelompokanyaitu pendapatan dan beban. Perusahaan menggunakan laporan laba-rugi bentuk langsung dalam pelaporan keuangan karena bentuknya yang sederhana. Soal 1. Jelaskan apa perbedaan keuntungan dan kerugian serta dampaknya terhadap aktiva? 2. Jelaskan apa saja yang bisa menyebabkan saldo laba mengalami peningkatan? 3. Jelaskan fungsi laporan laba rugi? 57 5. Dari transaksi dibawah ini buatlah persamaan dasar akuntansi PT. ABC memperoleh uang tunai sebesar Rp. dari pemilik untuk seteron modal PT. ABC membeli tunai kendaraan RP. secara tunai PT. ABC membeli perlengkapan secara kredit sebesar Rp. kepada UD. Makmur PT. ABC memperoleh penghasilan RP. dari penyewaan kendaraan ke pelanggan PT. ABC melunasi semua hutang kepada UD. Makmur lihat transaksi tanggal 4 PT. ABC membayar tagihan listrik sebesar Rp. PT. ABC membeli mesin secara runai sebesar Rp. 6. Dari data dibawah ini buatlah jurnal penutup dan jelaskan fungsi jurnal penutup! Perusahaan SHAH, Sidoarjo LAPORAN LABA/ RUGI 58 31 DESEMBER 2016 Beban Perlengkapan Kantor Beban penyusutan peralatan kantor LAPORAN PERUBAHAN MODAL Modal tuan shah 1 desember 2016 7. Dari data dibawah ini buatlah jurnal koreksi dengan metode dua langkah dan satu langkah! III. Pada tanggal 4 mei CV. Cahaya membeli secara tunai perlengkapan kantor sebesar tetapi dicatat oleh bagian akuntansi sebagai peralatan 59 IV. Pada tanggal 6 Mei CV. Cahaya memperoleh penghasilan usaha Rp. secara tunai tetapi oleh bagian akuntansi dicatat sebesar 8. Dari data dibawah Buatlah jurnal umum dan jurnal penyesuaian tutup buku tanggal 31 Desember 2018 dari transaksi dibawah ini! D. Pada tanggal 1 April 2018 PT YC memperoleh pendapatan sewa sebesar Rp. dengan pendekatan neraca E. Pada tanggal 1 Maret 2018 PT YC membayar biaya iklan untuk 1 tahun sebesar RP. dengan pendekatan laba rugi F. PT YC belum membayar gaji pegawai sebesar RP. yang seharusnya sudah dibayarkan 5. Berikut ini informasi saldo akun-akun di PT. Jaya Abadi per 31 Desember 2018. 60 Beban sewa dibayar dimuka Informasi untuk pencatatan penyesuaian per 31 Desember 2018 f. Hasil perhitungan fisik diketahui bahwa perlengkapan kantor yang masih di gudang bernilai Rp. g. Besarnya beban penyusutan peralatan kantor untuk periode 2018 ditetapkan sebesar Rp. h. Sewa kantor yang pembayarannya dilakukan dimuka lihat akun beban sewa dibayar dimuka 61 pada daftar saldo diatas merupakan transaksi tanggal 2 Juli 2018 untuk penyewaan selama 1 tahun. i. Besarnya beban penyusutan kendaraan sebesar RP. j. Perusahaan harus mengakui beban iklan Rp. yang belum dibayarkan tetapi iklan sudah ditayangkan di mperiode ini Dari data diatas buatlah 1. Jurnal penyesuaian 2. Neraca saldo setelah penyesuain dan laporan laba rugi 9. Dari transaksi dibawah ini buatlah persamaan dasar akuntansi PT. ABC memperoleh uang tunai sebesar Rp. dari pemilik untuk seteron modal PT. ABC membeli tunai kendaraan RP. secara tunai PT. ABC membeli perlengkapan secara kredit sebesar Rp. kepada UD. Makmur PT. ABC memperoleh penghasilan RP. dari penyewaan kendaraan ke pelanggan PT. ABC melunasi semua hutang kepada UD. Makmur lihat transaksi 62 PT. ABC membayar tagihan listrik sebesar Rp. PT. ABC membeli mesin secara runai sebesar Rp. 10. Dari data dibawah ini buatlah jurnal penutup dan jelaskan fungsi jurnal penutup! Perusahaan SHAH, Sidoarjo LAPORAN LABA/ RUGI 31 DESEMBER 2016 Beban Perlengkapan Kantor Beban penyusutan peralatan kantor LAPORAN PERUBAHAN MODAL Modal tuan shah 1 desember 2016 63 11. Dari data dibawah ini buatlah jurnal koreksi dengan metode dua langkah dan satu langkah! V. Pada tanggal 4 mei CV. Cahaya membeli secara tunai perlengkapan kantor sebesar tetapi dicatat oleh bagian akuntansi sebagai peralatan VI. Pada tanggal 6 Mei CV. Cahaya memperoleh penghasilan usaha Rp. secara tunai tetapi oleh bagian akuntansi dicatat sebesar 12. Dari data dibawah Buatlah jurnal umum dan jurnal penyesuaian tutup buku tanggal 31 Desember 2018 dari transaksi dibawah ini! G. Pada tanggal 1 April 2018 PT YC memperoleh pendapatan sewa sebesar Rp. dengan pendekatan neraca H. Pada tanggal 1 Maret 2018 PT YC membayar biaya iklan untuk 1 tahun sebesar RP. dengan pendekatan laba rugi I. PT YC belum membayar gaji pegawai sebesar RP. yang seharusnya sudah dibayarkan 5. Berikut ini informasi saldo akun-akun di PT. Jaya Abadi per 31 Desember 2018. 64 Beban sewa dibayar dimuka Informasi untuk pencatatan penyesuaian per 31 Desember 2018 k. Hasil perhitungan fisik diketahui bahwa perlengkapan kantor yang masih di gudang bernilai Rp. l. Besarnya beban penyusutan peralatan kantor untuk periode 2018 ditetapkan sebesar Rp. m. Sewa kantor yang pembayarannya dilakukan dimuka lihat akun beban sewa dibayar dimuka pada daftar saldo diatas merupakan transaksi tanggal 2 Juli 2018 untuk penyewaan selama 1 tahun. n. Besarnya beban penyusutan kendaraan sebesar RP. o. Perusahaan harus mengakui beban iklan Rp. yang belum dibayarkan tetapi iklan sudah ditayangkan di mperiode ini Dari data diatas buatlah 65 1. Jurnal penyesuaian 2. Neraca saldo setelah penyesuain dan laporan laba rugi 13. Dari transaksi dibawah ini buatlah persamaan dasar akuntansi PT. ABC memperoleh uang tunai sebesar Rp. dari pemilik untuk seteron modal PT. ABC membeli tunai kendaraan RP. secara tunai PT. ABC membeli perlengkapan secara kredit sebesar Rp. kepada UD. Makmur PT. ABC memperoleh penghasilan RP. dari penyewaan kendaraan ke pelanggan PT. ABC melunasi semua hutang kepada UD. Makmur lihat transaksi tanggal 4 PT. ABC membayar tagihan listrik sebesar Rp. PT. ABC membeli mesin secara runai sebesar Rp. 14. Dari data dibawah ini buatlah jurnal penutup dan jelaskan fungsi jurnal penutup! Perusahaan SHAH, Sidoarjo LAPORAN LABA/ RUGI 31 DESEMBER 2016 66 Beban Perlengkapan Kantor Beban penyusutan peralatan kantor LAPORAN PERUBAHAN MODAL Modal tuan shah 1 desember 2016 15. Dari data dibawah ini buatlah jurnal koreksi dengan metode dua langkah dan satu langkah! VII. Pada tanggal 4 mei CV. Cahaya membeli secara tunai perlengkapan kantor sebesar tetapi dicatat oleh bagian akuntansi sebagai peralatan VIII. Pada tanggal 6 Mei CV. Cahaya memperoleh penghasilan usaha Rp. secara tunai tetapi oleh bagian akuntansi dicatat sebesar 16. Dari data dibawah Buatlah jurnal umum dan jurnal penyesuaian tutup buku tanggal 31 Desember 2018 dari transaksi dibawah ini! J. Pada tanggal 1 April 2018 PT YC memperoleh pendapatan sewa sebesar Rp. dengan pendekatan neraca 67 K. Pada tanggal 1 Maret 2018 PT YC membayar biaya iklan untuk 1 tahun sebesar RP. dengan pendekatan laba rugi L. PT YC belum membayar gaji pegawai sebesar RP. yang seharusnya sudah dibayarkan 5. Berikut ini informasi saldo akun-akun di PT. Jaya Abadi per 31 Desember 2018. Beban sewa dibayar dimuka 68 Informasi untuk pencatatan penyesuaian per 31 Desember 2018 p. Hasil perhitungan fisik diketahui bahwa perlengkapan kantor yang masih di gudang bernilai Rp. q. Besarnya beban penyusutan peralatan kantor untuk periode 2018 ditetapkan sebesar Rp. r. Sewa kantor yang pembayarannya dilakukan dimuka lihat akun beban sewa dibayar dimuka pada daftar saldo diatas merupakan transaksi tanggal 2 Juli 2018 untuk penyewaan selama 1 tahun. s. Besarnya beban penyusutan kendaraan sebesar RP. t. Perusahaan harus mengakui beban iklan Rp. yang belum dibayarkan tetapi iklan sudah ditayangkan di mperiode ini Dari data diatas buatlah 3. Jurnal penyesuaian 4. Neraca saldo setelah penyesuain dan laporan laba rugi 17. Dari transaksi dibawah ini buatlah persamaan dasar akuntansi PT. ABC memperoleh uang tunai sebesar Rp. dari pemilik untuk seteron modal PT. ABC membeli tunai kendaraan RP. secara tunai PT. ABC membeli perlengkapan secara kredit sebesar Rp. kepada UD. Makmur PT. ABC memperoleh penghasilan RP. dari penyewaan kendaraan ke pelanggan PT. ABC melunasi semua hutang kepada UD. Makmur lihat transaksi tanggal 4 PT. ABC membayar tagihan listrik sebesar Rp. PT. ABC membeli mesin secara tunai sebesar 69 18. Dari data dibawah ini buatlah jurnal penutup dan jelaskan fungsi jurnal penutup! Perusahaan SHAH, Sidoarjo LAPORAN LABA/ RUGI 31 DESEMBER 2016 Beban Perlengkapan Kantor Beban penyusutan peralatan kantor LAPORAN PERUBAHAN MODAL Modal tuan shah 1 desember 2016 19. Dari data dibawah ini buatlah jurnal koreksi dengan metode dua langkah dan satu langkah! IX. Pada tanggal 4 mei CV. Cahaya membeli secara tunai perlengkapan kantor sebesar tetapi dicatat oleh bagian akuntansi sebagai peralatan 70 X. Pada tanggal 6 Mei CV. Cahaya memperoleh penghasilan usaha Rp. secara tunai tetapi oleh bagian akuntansi dicatat sebesar 20. Dari data dibawah Buatlah jurnal umum dan jurnal penyesuaian tutup buku tanggal 31 Desember 2018 dari transaksi dibawah ini! M. Pada tanggal 1 April 2018 PT YC memperoleh pendapatan sewa sebesar Rp. dengan pendekatan neraca N. Pada tanggal 1 Maret 2018 PT YC membayar biaya iklan untuk 1 tahun sebesar RP. dengan pendekatan laba rugi O. PT YC belum membayar gaji pegawai sebesar RP. yang seharusnya sudah dibayarkan 5. Berikut ini informasi saldo akun-akun di PT. Jaya Abadi per 31 Desember 2018. Beban sewa dibayar dimuka 71 Informasi untuk pencatatan penyesuaian per 31 Desember 2018 u. Hasil perhitungan fisik diketahui bahwa perlengkapan kantor yang masih di gudang bernilai Rp. v. Besarnya beban penyusutan peralatan kantor untuk periode 2018 ditetapkan sebesar Rp. w. Sewa kantor yang pembayarannya dilakukan dimuka lihat akun beban sewa dibayar dimuka pada daftar saldo diatas merupakan transaksi tanggal 2 Juli 2018 untuk penyewaan selama 1 tahun. x. Besarnya beban penyusutan kendaraan sebesar RP. y. Perusahaan harus mengakui beban iklan Rp. yang belum dibayarkan tetapi iklan sudah ditayangkan di mperiode ini Dari data diatas buatlah 1. Jurnal penyesuaian 2. Neraca saldo setelah penyesuain dan laporan laba rugi Daftar Pustaka 72 Keiso, Donald E. Weygandt, Jerry J. Warfield, Terry D. 2007. Akuntansi Intermediate. Penerbit Erlangga. Jakarta. Martani, Dwi. Dkk. 2016. Akuntansi Keuangan Menengah. Salemba Empat. Jakarta Niswonger, C. Rollin. Warren, Carls S. Reeve, James M. 1999. Prinsip-Prinsip Akuntansi Edisi 19. Penerbit Erlangga. Jakarta 73 BAB V TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu 1. Membandingkan bunga majemuk dan bunga sederhana 2. Memahami soal nilai masa depan dan nilai sekarang 3. Memahami soal nilai sekarang dari anuitas biasa dan jatuh tempo 74 AKUNTANSI DAN NILAI WAKTU DARI UANG Pendahuluan Anda mengethui bahwa uang yang anda miliki saat ini mempunyai nilai lebih kecil dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Misalnya untuk membeli gula hanya Rp. akan tetapi satu kilo gula pada saat ini menjadi Rp. hal tersebut artinya nilai nominal dimasa lalu mempunyai nilai yang berbeda pada saat sekarang. Konsep dari Nilai Waktu Dasar Time value of money atau yang disebut dengan nilai waktu dari uang adalah suatu hubngan antara uang dan waktu, artinya adalah bahwa jika perusahaan hari ini menerima 1 rupiah akan lebih berharga daripada perusahaan menerima 1 rupiah di masa yang akan datang. Misalnya perusahaan melakukann investasi deposito perusahaan akan membandingkan nilai rupiah hari ini dengan nilai rupiah pada masa yang akan datang. Sifat Bunga Bunga interest merupakan imabalan atau pembayaran untuk pemakaian uang. Bunga adalah kas yang diterima 75 perusahaan ataupun dibayarkan kembali oleh perusahaan di atas jumlah pokok pinjaman principal. Variabel-varibel dalam perhitungan bunga 1. Pokok Utang Principal Yaitu jumlah yang dipinjam atau di investasikan 2. Suku Bunga Interest Rate Yaitu presentase tertentu dari suatu pokok hutang yang beredar. 3. Waktu Time jumlah tahunan Bunga Sederhana Bunga sederhana merupakan jumlah bunga yang perhitungannya terhadap jumlah pokok pinjamannya. Keterangan P = Pokok I = Suku Bunga N = Jumlah Periode Contoh 76 Ilustrasi PT. AZKI. Mempunyai pinjaman sebesar Rp dan untuk jangka waktu 5 tahun, bunga 10% per tahun, Total bunga yang harus dibayar oleh PT. Azki adalah sebesar Bunga = p x i x n = Rp. x 0,10 x 5 = Bunga Majemuk Bunga Majemuk merupakan perhitungan bunga yang dihitung dari suatu pokok pinjaman dan ditambahkan bunga dari bunga yang sudah dibayarkan pada periode sebelumnya. Ilustrasi PT. Azki mendepositokan Rp. pada Bank AZK, yang akan membayar bunga sederhana 10% per tahun. Pt. Azki kemudian mendepositokan Rp. lagi pada Bank AZK, yang akan membayar bunga majemuk 10% per tahun, yang dimajemukkan secara tahunan. Juga diasumsikan bahwa Azki tidak akan menarik setiap bunga sampai 5 tahun dari tanggal deposit dilakukan maka perhitungan sebagai berikut Tabel Bunga Majemuk 1. Tabel Nilai Masa Depan dari 1 Berisi jumlah sebesar 1 yang akan terakumulasi jika didepositokan sekarang pada suku bunga tertentu dan disimpan sepanjang periode tertentu. 77 2. Tabel Nilai Sekarang dari 1 Berisi jumlah nilai yang harus didepositokan sekarang pada suku bunga tertentu agar sama dengan 1 pada akhir periode tertentu. 3. Tabel Nilai Masa Depan dari Anuitas Biasa Sebesar 1 Berisi jumlah di mana sewa periodik sebesar 1 akan terakumulasi jika pembayaran tersebut diinvestasikan pada setiap akhir interval periodik reguler sepanjang sejumlah periode tertentu. 4. Tabel Nilai Masa Sekarang dari Anuitas Biasa Sebesar 1 Berisi nilai yang harus didepositokan sekarang pada suku bunga tertentu agar bisa ditarik sebesar 1 pada akhir interval periodik reguler sepanjang sejumlah periode tertentu. 5. Tabel Nilai Masa Sekarang dari Anuitas Jatuh Tempo Sebesar 1 Berisi nilai yang harus didepositokan sekarang pada suku bunga tertentu agar bisa ditarik sebesar 1 pada awal interval periodik reguler sepanjang sejumlah periode tertentu. Rumus untuk menghitung Future Value FVF n,i = faktor nilai masa depan untuk periode n dan i pada bunga n = jumlah periode i = suku bunga untuk satu periode Varibel-variabel Dasar 78 Empat variabel dasar bagi masalah bunga majemuk antara lain 1. Suku bunga Merupakan suku bunga tahunan, 2. Jumlah periode waktu Adalah jumlah periode pemajemukkan 3. Nilai masa depan Nilai pada masa depan dari jumlah 4. Nilai sekarang adalah nilai sekarang merupakan dari suatu jumlah di masa depan Masalah Jumlah Tunggal Jumlah tunggal ada beberapa masalah yang secara umum bisa dijadikan kedalam kelompok yaitu menjadi dua kategori,sebagai berikut 1. Pada masa yang akan datang perhitungannya tidak diketehui dari jumlah uang tunggal untuk investasi saat ini untuk periode dan suku bungan tertentu. 2. Perhitungan nilai saat ini yang tidak diketahui dari suatu jumlah uang tunggal di masa yang akan datang selama periode tertentu pada suatu suku bunga tertentu pula. Nilai Masa Depan dari Jumlah Tunggal Menentukan nilai di masa depan dari jumlah tunggal, dengan mengalikan factor nilai yang akan datang dengan nilai saat ini pokok dengan rumus sebagai berikut 79 FV = nilai masa depan PV = nilai sekarang FVF n,i = faktor nilai saat ini bagi n periode tahun pada suatu suku bunga tertentu i Nilai Sekarang dari Jumlah Tunggal Jumlah nilai yang mesti diinvestasikan saat ini agar menghasilkan nilai masa depan yang diketahui PVF n,i = 1/1+in PV = FV PVF n,I Contoh berapa nilai sekarang dari Rp. dengan bunga 11% yang akan diterima dalam 5 tahun? PV = FV PVF n,I 80 = FV PVF 5,11% = Rp. 1/1+0,115 = Menghitung Variabel Lain Yang Belum Diketehui Suku bunga i atau suku bunga n yang belum diketahui merupakan variable lain yang dimaksud disini. Variabel tersebut bisa dicari jika tiga variable dasar dari empat variable sudah diketahui.  Perhitungan jumlah periode Misalnya, PT. Azki ingin mempunyai dana sebesar Pt azki mendepositokan uang sebesar Rp. dengan bunga 10% Berapa tahun agar uang itu bisa menjadi Rp. Dengan menggunakan pendekatan masa depan, maka FV = PV FVF n,i = FVF n,10% FVFn,10% = = 1,46410, dengan melihat table bunga maka dapat diketahui jika waktu yang dibutuhkan adalah 8 tahun. 81  Perhitungan suku bunga Untuk menghitung suku bunga mempunyai cara yang sama dengan menghitung jumlah periode, dengan cara menggunakan pendekatan nilai sekarang atau nilai masa depan. Dengan cara hasil PV dengan FV, atau FV dengan PV bisa melihat tabel bunga untuk mengetahui besarnya suku bunga. Anuitas Anuitas merupakan pembayaran atau penerimaan yang mempunyai jumlah yang tetap dan dilakukan dengan jangka waktu yang berkala. 1. Pada setiap periode selalu mempunyai jumlah yang sama untuk penerimaan atau pembayaran. 2. Mempunyai jangka waktu yang sama antara pembayaran maupun sewa. 3. Bunga dimajemukkan sekali setiap interval. Anuitas dibedakan menjadi 2, yaitu a. Anuitas biasa terjadi apabila sewa tersebut terjadi di setiap akhir periode. b. Anuitas jatuh tempo terjadi apabila sewa tersebut terjadi di setiap awal periode. Nilai Masa Depan dari Anuitas Biasa 82 Pendekatan yang dilakukan dengan menghitung nilai pembayaran yang terakumulasi untuk menentukan nilai masa depan anuitas. Keterangan FVF-0An,I = factor nilai masa depan dari suatu anuitas biasa I = suku bunga per periode n = jumlah periode pemajemukan Nilai Masa Depan Dari Anuitas Keterangan R = pembayaran periodik Nilai Masa Depan dari Anuitas Jatuh Tempo FVF-0An,I = 1+in – 1 / i 83 Anuitas jatuh tempo diasumsikan bahwa pembayaran terjadi pada setiap periode dilakukan diawal periode. Anuitas jatuh tempo. Selama periode pertama bunga akan diakumulasikan. Faktor nilai masa depan dari anuitas jatuh tempo dapat dihitung dengan mengalikan faktor nilai masa depan dari anuitas biasa dengan dengan 1 ditambah suku bunga. Anuitas jatuh tempo pada setiap awal Nilai Sekarang dari Anuitas Biasa Nilai sekarang dari anuitas biasa adalah nilai sekarang dari serangkaian jumlah yang sama untuk diterima pada interval yang sama pula. Nilai sekarang dari anuitas biasa dapat dihitung dengan cara Nilai Sekarang dari Anuitas Biasa = R PVF-0A n,i Nilai Sekarang dari Anuitas Jatuh Tempo Dalam menentuan nilai sekarang dari anuitas jatuh tempo, terdapat periode diskonto yang kurang dari 1. Faktor nilai sekarang dari anuitas jatuh tempo dihitung dengan mengalikan faktor nilai dari anuitas biasa dengan 1 ditambah suku bunga 84 Situasi yang lebih kompleks Dua situasi umum dalam situasi kompleks yang telah disebutkan sebelumnya antara lain Penilaian obligasi jangka panjang Pada penilaian obligasi jangka panjang akan menghasilkan dua arus kas yaitu  Pembayaran bunga periodik  Nilai nominal single-sum saat jatuh tempo. Amortisasi diskonto atau premi obligasi bunga efektif Metode yang dianjurkan untuk amortisasi premi atau amortisasi diskonto adalah metode bunga efektif. Metode amortisasi diskonto atau premi obligasi dengan bunga efektif  Pertama, beban bunga = nilai buku obligasi X suku bunga efektif  Kedua, amortisasi dihitung dengan membandingkan beban bunga obligasi dengan bunga yang harus dibayar. Kesimpulan 85 Tabel Nilai Masa Depan dari 1 Berisi jumlah sebesar 1 yang akan terakumulasi jika didepositokan sekarang pada suku bunga tertentu dan disimpan sepanjang periode tertentu. Tabel Nilai Sekarang dari 1 Berisi jumlah nilai yang harus didepositokan sekarang pada suku bunga tertentu agar sama dengan 1 pada akhir periode tertentu. Tabel Nilai Masa Depan dari Anuitas Biasa Sebesar 1 Berisi jumlah di mana sewa periodik sebesar 1 akan terakumulasi jika pembayaran tersebut diinvestasikan pada setiap akhir interval periodik reguler sepanjang sejumlah periode tertentu. Tabel Nilai Masa Sekarang dari Anuitas Biasa Sebesar 1 Berisi nilai yang harus didepositokan sekarang pada suku bunga tertentu agar bisa ditarik sebesar 1 pada akhir interval periodik reguler sepanjang sejumlah periode tertentu. Tabel Nilai Masa Sekarang dari Anuitas Jatuh Tempo Sebesar 1 Berisi nilai yang harus didepositokan sekarang pada suku bunga tertentu agar bisa ditarik sebesar 1 pada awal interval periodik reguler sepanjang sejumlah periode tertentu. Anuitas jatuh tempo diasumsikan bahwa pembayaran terjadi pada setiap periode dilakukan diawal periode. Anuitas jatuh tempo. Selama periode pertama bunga akan diakumulasikan. Faktor nilai masa depan dari anuitas jatuh tempo dapat dihitung dengan mengalikan faktor nilai masa depan dari anuitas biasa dengan dengan 1 ditambah suku bunga. Anuitas jatuh tempo pada setiap awal. Nilai sekarang dari anuitas biasa adalah nilai sekarang dari serangkaian jumlah yang sama untuk diterima pada interval yang sama pula. 86 LATIHAN SOAL A. Asumsikan bahwa PT. Royal memutuskan untuk mendepositokan Rp. akhir dari setiap periode 6 bulan selama 5 Tahun berikutnya. Berapa nilai masa depan dalam deposito ini pada akhir 5 tahun jika suku bunga 12% B. Anggaplah perusahaan Anda ingin mengumpulkan RP. akhir setiap tahun sebesar Rp. yang akan menghasilan 10% yang dimajemukan secara tahunan. Berapa kali deposito yang harus Anda lakukan? C. Asumsikan bahwa PT. Azzhra memutuskan untuk mendepositokan Rp. akhir dari setiap periode 6 bulan selama 4 Tahun berikutnya. Berapa nilai masa depan dalam deposito ini pada akhir 4 tahun jika suku bunga 10 % D. Anggaplah perusahaan Anda ingin mengumpulkan RP. pada akhir setiap tahun sebesar Rp. yang akan menghasilan 10% yang dimajemukan secara tahunan. Berapa kali deposito yang harus Anda lakukan? E. Berapa nilai sekarang dari Rp. yang akan dibayarkan dalam 12 tahun jika didiskontokan 5% yang dimajemukan secara tahunan? 87 F. Asumsikan bahwa PT. Azzhra memutuskan untuk mendepositokan Rp. akhir dari setiap periode 6 bulan selama 4 Tahun berikutnya. Berapa nilai masa depan dalam deposito ini pada akhir 4 tahun jika suku bunga 10 % G. Anggaplah perusahaan Anda ingin mengumpulkan RP. pada akhir setiap tahun sebesar Rp. yang akan menghasilan 10% yang dimajemukan secara tahunan. Berapa kali deposito yang harus Anda lakukan? Daftar Pustaka Keiso, Donald E. Weygandt, Jerry J. Warfield, Terry D. 2007. Akuntansi Intermediate. Penerbit Erlangga. Jakarta. Martani, Dwi. Dkk. 2016. Akuntansi Keuangan Menengah. Salemba Empat. Jakarta Niswonger, C. Rollin. Warren, Carls S. Reeve, James M. 1999. Prinsip-Prinsip Akuntansi Edisi 19. Penerbit Erlangga. Jakarta 88 TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu 1. Menjelaskan tentang kas 2. Menjelaskan tentang piutang 89 BAB VI KAS DAN PIUTANG Pendahuluan Kas dan piutang merupakan unsure yang penting bagi perusahaan, karena kas berperan penting untuk berjalannya operasional perusahaan. Pendapatan ada yang berupa tunai atau piutang. Kas Kas merupakan sebuah aktiva dari keuangan, semua mata uang kertas dan logam, baik mata uang asing maupun mata uang dalam negeri, dan semua surat-surat berharga yang mempunyai sifat sifat seperti uang, yaitu yang bisa segera 90 dicairkan atau dipergunakan untuk melakukan pembayaran-pembayaran pada setiap waktu. Kas merupakan aktiva yang paling likuid. Berdasarkan Pengertian diatas maka yang termasuk dalam kas yang termasuk dalam unsur current aset yaitu 1. Mata Uang yaitu Logam maupun kertas yang diterbitkan oleh pemerintah. 2. Mata uang asing, logam maupun kertas yang diterbitkan oleh Negara lain 3. Bank notes yaitu mata uang kertas atau logam yang diterbitkan oleh Bank Bank Indonesia 4. Demand Deposit yaitu simpanan uang di bank yang bisa diambil sewaktu-waktu Pelaporan Kas Berikut merupakan masalah-masalah yang berhubungan dengan pelaporan kas Masalah-masalah yang ada hubungannya dengan pelaporan kas adalah Ekuivalen kas, Overdraft bank dan Kas yang dibatasi . Ekuivalen Kas Ekuivalen kas merupakan suatu investasi yang berjangka pendek, sangat lancer. Investasi yang sangat lancar dan mempunyai jangka waktu yang pendek sehingga kalau ada 91 perubahan suku bunga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ekuivalen kasn dan bisa segera dikonversikan menjadi kas. Kas yang Dibatasi atau Restriktif Kas yang dibatasi restricted cash termasuk kedalam aktiva jangka panjang atau Aktiva Lancar, Kas ini dilasifikasikan dalam kelompok aktiva lancar apabila kas akan dipakai untuk melakukan pembayaran terhadap kewajiban perusahaan atau jatuh tempo. Di sisi lain, jika kas dipegang untuk periode waktu yang lama, maka kas yang dibatasi ditampilkan dalam kelompok jangka panjang dari neraca. Contoh Pelunasan hutang jangka panjang dan pencatatan biaya deposito. Overdraft Bank Cek yang ditulis dengan nilai nominal tertentu yang kemudian melebihi rekening kas punya perusahaan. Ikhtisar Pos-pos yang Berhubungan dengan Kas Piutang Piutang receivables Adalah ada sejumlah nilai yang dihutang oleh pelanggan dimana perusahaan sudah 92 memberikan jasa atau barang kepada pelanggan tersebut atau pihak lain. Piutang Dagang, Piutang dagang trade receivables adalah sejumlah jasa maupun barang yang terhutang oleh pelanggan, di mana barang ataupun jasa itu telah diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan di masa lalu . Piutang ini selanjutnya disubklasifikasikan menjadi 2, yaitu Piutang dagang maupun Piutang usaha atau yang biasa disebut sebagai accounts receivable merupakan janji pembeli untuk melunasi hutangnya atas barang atau jasa yang sudah diterima oleh pembeli. Wesel Tagih , Wesel tagih atau yang biasa disebut sebagai note receivable yaitu merupakan janji yang tertulis dari pelanggan kepada perusahaan untuk membayar pada tanggal tertentu dan sejumlah uang di masa yang akan datang untuk melunasi. Jatuh tempo wesel tagih bisa jatuh tempo jangka pendek ataupun jangka panjang. Pengakuan Piutang Usaha Diskon Dagang merupakan sejumlah potongan dari daftar harga, tidak dicatat dalam akuntansi, dan akan ditagihkan kepada pelanggan sejumlah harga bersihnya dari diskon. Diskon Tunai 93 Ada dua metode yaitu yaitu metode kotor dan metode bersih. Piutang Usaha Tak Tertagih Dengan adanya penjualan kredit akan menimbulkan resiko adanya suatu kegagalan perusahaan untuk menagih piutang. Terdapat dua metode dalam pencatatan pengakuan piutang tak tertagih, yaitu  Metode Penghapusan Langsung Perusahaan tidak mencatat jurnal apapun yang berhubungan dengan mengahapus piutang tidak tertagih, kerugian perusahaan dijurnal dengan cara piutang usaha dikredit dan beban piutang tak tertagih didebit.  Metode Penyisihan Perusahaan membuat estimasi yang berasal dari seluruh penjualan kredit atau total piutang yang beredar pada pelanggan. Estimasi ini selanjutnya dicatat sebagai beban dan pengurang yang secara tidak langsung mengurangi piutang usaha perusahaan di periode di mana penjualan tersebut dicatat. Estimasi jumlah piutang tak tertagih ini biasanya dibuat atas dasar Ilustrasi PT. Azki mengestimasikan bahwa sekitar 2% dari penjualan kredit tidak akan tertagih. Jika penjualan kredit bersih adalah 94 Rp di tahun 2020, maka pencatatan beban piutang tak tertagih adalah sebagai berikut. Beban piutang tak tertagih 20. 000 Penyisihan untuk piutang tak tertagih Penurunan Nilai Piutang  Kegagalan pembayaran  Negosiasi kembali dari kebijakan piutang karena kesulitan keungan yang dialami oleh pelanggan  Penurunan estimasi arus kas di masa depan dari sebuah klasifikasi piutang Wesel Tagih Pengakuan Wesel Tagih Suatu wesel tagih yaitu merupakan suatu janji yang tertulis untuk melakukan pembayaran sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang. Kesimpulan Kas merupakan sebuah aktiva dari keuangan, semua mata uang kertas dan logam, baik mata uang asing maupun mata uang dalam negeri, dan semua surat-surat berharga yang 95 mempunyai sifat sifat seperti uang, yaitu yang bisa segera dicairkan atau dipergunakan untuk melakukan pembayaran-pembayaran pada setiap waktu. Kas merupakan aktiva yang paling likuid. Berdasarkan Pengertian diatas maka yang termasuk dalam kas yang termasuk dalam unsur current aset yaitu Mata Uang yaitu Logam maupun kertas yang diterbitkan oleh pemerintah. Mata uang asing, logam maupun kertas yang diterbitkan oleh Negara lain. Bank notes yaitu mata uang kertas atau logam yang diterbitkan oleh Bank Bank Indonesia. Demand Deposit yaitu simpanan uang di bank yang bisa diambil sewaktu-waktu Berikut merupakan masalah-masalah yang berhubungan dengan pelaporan kas Masalah-masalah yang ada hubungannya dengan pelaporan kas adalah Ekuivalen kas, Overdraft bank dan Kas yang dibatasi . Ekuivalen kas merupakan suatu investasi yang berjangka pendek, sangat lancer. Investasi yang sangat lancar dan mempunyai jangka waktu yang pendek sehingga kalau ada perubahan suku bunga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ekuivalen kasn dan bisa segera dikonversikan menjadi kas. Soal 1. Dari data dibawah ini susunlah menjadi laporan arus kas metode tidak langsung 96 Amortisasi aktiva tdk berwujud Keuntungan atas penjualan mesin pabrik Membeli saham perusahaan lain PT. YX Menerima pembagian deviden Membagi kupon/bunga obligasi 2. Pada awal bulan maret, Manajer PT. ABC membentuk dana kas kecil yang akan digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran tunai yang tidak besar jumlahnya dan sering terjadi. Disepakati bahwa dana kas kecil yang dibentuk sebesar Rp. yang akan diisi kembali setiap tgl 10 dn 25 setiap bulannya selama bulan maret 2016 transaksi PT ABC yang menggunakan kas kecil adalah sebagai berikut Membeli Materai dan Peerangko sebesar Rp. Membeli bensin, solar dan minyak sebesar Rp. 97 kantor sebesar RP. Membayar listrik sebesar RP. Membayar telepon Rp. Membayar fotocopi Buatlah jurnal umum yang diperlukan untuk penggunaan kas keidl dengan metode imprest dan fluktuasi Pada awal bulan maret, Manajer PT. ABC membentuk dana kas kecil yang akan digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran tunai yang tidak besar jumlahnya dan sering terjadi. Disepakati bahwa dana kas kecil yang dibentuk sebesar Rp. yang akan diisi kembali setiap tgl 10 dn 25 setiap bulannya selama bulan maret 2016 transaksi PT ABC yang menggunakan kas kecil adalah sebagai berikut Membeli Materai dan Peerangko sebesar Rp. Membeli bensin, solar dan minyak sebesar Rp. Membeli perlengakapan kantor sebesar RP. 98 Membayar listrik sebesar RP. Membayar telepon Rp. Membayar fotocopi Buatlah jurnal umum yang diperlukan untuk penggunaan kas keidl dengan metode imprest Pada awal bulan maret, Manajer PT. ABC membentuk dana kas kecil yang akan digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran tunai yang tidak besar jumlahnya dan sering terjadi. Disepakati bahwa dana kas kecil yang dibentuk sebesar Rp. yang akan diisi kembali setiap tgl 10 dn 25 setiap bulannya selama bulan maret 2016 transaksi PT ABC yang menggunakan kas kecil adalah sebagai berikut Membeli Materai dan Perangko sebesar Rp. Membeli bensin, solar dan minyak sebesar Rp. Membeli perlengakapan kantor sebesar RP. Membayar listrik sebesar RP. Membayar telepon Rp. Membayar fotocopi Buatlah jurnal umum yang diperlukan untuk penggunaan kas keidl dengan metode fluktuasi 99 Daftar Pustaka Keiso, Donald E. Weygandt, Jerry J. Warfield, Terry D. 2007. Akuntansi Intermediate. Penerbit Erlangga. Jakarta. 100 Martani, Dwi. Dkk. 2016. Akuntansi Keuangan Menengah. Salemba Empat. Jakarta Niswonger, C. Rollin. Warren, Carls S. Reeve, James M. 1999. Prinsip-Prinsip Akuntansi Edisi 19. Penerbit Erlangga. Jakarta 101 BAB VII PENILAIAN PERSEDIAAN PENDEKATAN DASAR BIAYA TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu 5. Menjelaskan akuntansi dan laporan keuangan 6. Menjelaskan akuntansi dalam alokasi sumber daya 7. Menjelaskan standard akuntansi 102 KLASIFIKASI DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN Klasifikasi Persediaan inventory Merupakan harta perusahaan yang akan digunakan untuk memproduksi barang jadi atau barang yang siap untuk dijual. Perusahaan dagang akan membeli barang dagang dalam bentuk yang siap untuk dijual. Perusahaan dagang akan mencatat barang yang belum terjual sebagai persediaan barang dagang. Perusahaan manufaktur akan menjual hasil produksinya kepada perusahaan dagang. Persediaan bahan baku merupakan bahan baku yang masih ada di tangan dan belum diproduksi maka akan dicatat sebagai persediaan bahan baku. Persediaaan barang dalam proses merupakan bahan baku yang telah diproses menjadi barang jadi namun belum semua proses terselesaikan. Sedangkan persediaan barang jadi merupakan produk yang telah selesai semua prosesnya namun belum terjual sampai akhir periode . Pengendalian Terhadap Persediaan Perusahaan harus selalu mengawasi jumlah persediaan agar tidak terjadi penumpukan persediaan. Ada dua jenis system agar persediaan tercatat secara akurat yaitu Sistem perpetual dan system periodic. 103 Sistem perpetual Sistem persediaan perpetual merupakan system persediaan yang mencatat setiap mutasi persediaan, dari pembelian sampai penjualan dan pencatatan dilakukan secara langsung pada saat persediaan ada mutasi. Ciri akuntansu pada system persediaan perpetual yaitu 1. Jika ada transaksi penambahan persediaan dari pembelian bahan baku atau barang dagangan maka akan dicatat pada sisi debet yaitu akun persediaan bukan akun pembelian. 2. Biaya-biaya yang berhubungan dengan pembelian seperti biaya angkut, diskon pembelian dan retur pembelian akan didebet kedalam akun pesediaan. 3. Harga pokok penjualan didebet dan akun persediaan di sisi kredit untuk mengakui harga pokok penjualan. Pada system persediaan perpetual terdapat pencatatan mengenai saldo akun persediaan dan akun harga pokok penjualan. Sistem Periodik Sistem persediaan periodic yaitu semua akun pembelian akan dimasukan dalam akun pembelian disisi debit. Untuk jumlah persediaan akan ditentukan secara periodic. Untuk total akun pembelian di akhir periode ditambah biaya persediaan yang ada pada awal periode untuk mengetahui total barang yang tersedia untuk dijual pada periode tersebut. 104 . Perbedaan Sistem Pencatatan Perpetual dan Periodik Persediaan Awal, 1 September Akun Persediaan Menunjukkan Barang Yang Ada Dalam Persediaan sebesar Rp. Akun Persediaan Menunjukkan Barang Yang Ada Dalam Persediaan sebesar Rp. Jurnal Untuk Mencatat Pembelian Jurnal Untuk Mencatat Penjualan Penjualan HPP Persediaan 105 Jurnal Penyesuaian Pada Akhir Periode Tidak diperlukan jurnal penyesuaian. Rekening persediaan menunjukkan saldo yang ada pada akhir periode yaitu Rp. Rp. + Rp. – Rp. Persediaan Awal HPP Pembelian Persediaan Akhir HPP METODE PERHITUNGAN PERSEDIAAN- SISTEM PENCATATAN PERPETUAL “UD. Kila memiliki data pembelian dan penjualan pada bulan September 2020 sebagai berikut 107 Diminta Bila menggunakan metode perpetual hitunglah persediaan barang dagangan tanggal 31 Oktober dengan metode FIFO dan Average Daftar Pustaka Keiso, Donald E. Weygandt, Jerry J. Warfield, Terry D. 2007. Akuntansi Intermediate. Penerbit Erlangga. Jakarta. Martani, Dwi. Dkk. 2016. Akuntansi Keuangan Menengah. Salemba Empat. Jakarta Niswonger, C. Rollin. Warren, Carls S. Reeve, James M. 1999. Prinsip-Prinsip Akuntansi Edisi 19. Penerbit Erlangga. Jakarta 108 DAFTAR PUSTAKA Keiso, Donald E. Weygandt, Jerry J. Warfield, Terry D. 2007. Akuntansi Intermediate. Penerbit Erlangga. Jakarta. Martani, Dwi. Dkk. 2016. Akuntansi Keuangan Menengah. Salemba Empat. Jakarta Niswonger, C. Rollin. Warren, Carls S. Reeve, James M. 1999. Prinsip-Prinsip Akuntansi Edisi 19. Penerbit Erlangga. Jakarta 109 BIODATA PENULIS Eny Maryanti, SE, lahir di Surabaya, 01 Maret 1982. Menyelesaikan Studi Strata 2 S2 pada PPS Magister Akuntansi Universitas Airlangga Surabaya tahun 2012. Pengalaman di bidang pendidikan dimulai sejak tahun 2009-2015 sebagai guru Ekonomi-Akuntansi di Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya dan karir sebagai dosen dimulai saat menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Pada Tahun 2015 menjadi dosen tetap pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Heri Widodo, SE. Lahir di Malang, 08 September 1973. Menyelesaikan Studi Strata 2 S2 pada PPS Magister Akuntansi Universitas Airlangga Surabaya tahun 2001 dan menyelesaikan program profesi Universitas Airlangga Surabaya tahun 2012. Saat ini sedang melanjutkan S3 di Universitas Airlangga Surabaya. Sampai saat ini menjadi dosen tetap Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this NiswongerRollinCarls S WarrenReeveM JamesNiswonger, C. Rollin. Warren, Carls S. Reeve, James M. 1999. Prinsip-Prinsip Akuntansi Edisi 19. Penerbit Erlangga. Jakarta DAFTAR PUSTAKA
B Konversi kewajiban menjadi ekuitas Liabilitas di bagi menjadi 3 yaitu : 1) Liabilitas lancar Kewajiban lancar/utang lancar/utang jangka pendek (current liabilities) adalah kewajiban yang harus di lunasi dalam waktu tidak lebih dalam waktu satu tahun. 2) Liabilitas jangka pendek
Skip to content BerandaFitur LengkapHargaPrivate CloudLoginCoba Gratis Ekuitas Pemilik Pengertian, Cara Hitung, Contoh dan Cara Meningkatkannya Ekuitas Pemilik Pengertian, Cara Hitung, Contoh dan Cara Meningkatkannya Menghitung ekuitas pemilik dapat membantu dalam menentukan apa yang sebenarnya Anda miliki setelah melunasi semua hutang yang terjadi pada bisnis. Melakukan hal ini dapat membantu Anda memahami status keuangan bisnis Anda dan membantu untuk mengetahui apakah Anda memperoleh atau kehilangan nilai aset Anda. Ini bisa sangat membantu jika Anda mempertimbangkan untuk menjual rumah atau kendaraan Anda. Dalam keadaan ini, Anda pasti ingin tahu apakah nilai rumah atau mobil Anda meningkat sejak pembelian. Dalam artikel ini, kami akan mendefinisikan apa itu ekuitas pemilik, memberi tahu Anda cara menghitungnya, dan menjelaskan bagaimana Anda dapat meningkatkan ekuitas pemilik. Apa itu Ekuitas Pemilik? Ekuitas pemilik mengacu pada investasi pemilik dalam aset setelah semua kewajiban telah dikurangi. Dengan kata lain, perbedaan antara jumlah aset dan nilai kewajibanlah yang memungkinkan Anda mengetahui apa yang Anda miliki setelah melunasi utang. Ekuitas pemilik juga dapat disebut sebagai kekayaan bersih atau aset bersih. Jika jumlahnya negatif, itu akan tercermin di neraca. Karena kewajiban lebih diutamakan daripada ekuitas, kegagalan untuk mempertimbangkan kewajiban Anda akan memberi Anda pemahaman yang salah tentang apa yang sebenarnya Anda miliki. Meskipun mengetahui ekuitas pemilik dapat berguna dalam menentukan posisi keuangan Anda, penting untuk dicatat bahwa itu tidak mewakili nilai sebenarnya dari kepemilikan Anda. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor termasuk fakta bahwa ekuitas pemilik dilaporkan pada saat Anda menghitung ekuitas dan akan perlu dihitung ulang dari waktu ke waktu untuk menentukan keuntungan atau kerugian nilainya. Baca juga Penjualan Bersih Pengertian dan Cara Menghitungnya dalam Akuntansi Cara Menghitung Ekuitas Pemilik Mencari tahu ekuitas pemilik Anda bisa menjadi cara yang bagus untuk menentukan posisi keuangan bisnis. Anda juga akan diminta untuk menghitungnya jika Anda mencari bantuan keuangan dari pemberi pinjaman atau investor. Penting untuk diketahui bahwa ekuitas pemilik Anda tidak akan mencerminkan nilai pasar dari aset Anda yang sebenarnya. Ekuitas pemilik dapat dihitung dengan mengurangi kewajiban dari nilai aset. Dengan kata lain, gunakan persamaan berikut Ekuitas pemilik = aset – kewajiban Misalnya, jika Anda memiliki rumah seharga tetapi Anda berhutang untuk pinjaman terhadap rumah itu, rumah tersebut mewakili dari ekuitas. Jika aset Anda meningkat, dapat dikatakan bahwa ekuitas Anda juga akan meningkat. Apa yang Harus Disertakan Pada Ekuitas? Karena ekuitas dihitung dengan menentukan perbedaan antara nilai aset Anda dan kewajibannya, kedua komponen ini membentuk ekuitas pemilik. Berikut adalah tampilan kedua istilah tersebut Aset Aset mengacu pada sesuatu yang Anda miliki. Ini bisa apa saja mulai dari rumah, mobil, perabotan, bisnis, atau barang-barang pribadi Anda. Kewajiban Kewajiban adalah utang keuangan yang timbul terhadap aset Anda. Misalnya, pinjaman yang Anda ambil terhadap aset Anda seperti pinjaman rumah atau mobil, akan dianggap sebagai kewajiban. Jika Anda memiliki perusahaan, ekuitas milik Anda juga terdiri dari modal yang diinvestasikan dan laba ditahan Modal yang diinvestasikan Ini mengacu pada dana yang diinvestasikan oleh pemegang saham dan pemegang utang dalam bisnis. Laba ditahan Laba ditahan adalah jumlah laba yang dihasilkan perusahaan pada titik waktu tertentu setelah dikurangi dividen. Menggabungkan modal yang diinvestasikan dengan laba ditahan awal dan saat ini menghasilkan total ekuitas pemilik. Baca juga Bagaimana Cara Menghitung Goodwill dalam Akuntansi? Berikut Penjelasannya Contoh Kasus dalam Menghitung Ekuitas pada Bisnis Berikut adalah beberapa contoh yang dapat membantu Anda lebih memahami tindakan ekuitas pemilik Contoh 1 Jika Anda memiliki mobil senilai tetapi Anda berhutang , ekuitas milik Anda akan menjadi . Contoh 2 Katakanlah Anda memiliki rumah seharga . Sejak membeli rumah Anda, Anda berutang kepada bank. Aset Anda, dalam hal ini, akan menjadi dan kewajiban Anda akan berjumlah . Karena ekuitas pemilik adalah perbedaan antara aset dan kewajiban Anda, ekuitas pemilik Anda dalam keadaan ini akan menjadi . Contoh 3 Jika aset bisnis Anda berjumlah $4 juta dan kewajibannya adalah $3 juta, ekuitas pemilik, dalam hal ini, akan menjadi $1 juta. Baca juga Bagaimana Cara Membuat Anggaran yang Fleksibel? Berikut Cara dan Contohnya Cara Meningkatkan Ekuitas dalam Bisnis Untuk meningkatkan ekuitas pemilik, Anda memerlukan peningkatan pendapatan atau peningkatan keuntungan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika mencoba meningkatkan ekuitas dalam bisnis Anda 1. Turunkan jumlah kewajiban atau liabilitas Anda Untuk menghindari depresiasi nilai aset Anda, pertimbangkan untuk menurunkan kewajiban Anda. Ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, tetapi salah satu caranya adalah dengan mengganti pinjaman yang Anda miliki dengan pinjaman yang memiliki tingkat bunga lebih rendah. Ini akan menurunkan hutang Anda dan menurunkan kewajiban Anda. 2. Lakukan peningkatan dan renovasi Jika Anda memiliki rumah dan berharap dapat meningkatkan nilai ekuitasnya, pertimbangkan untuk merenovasi properti Anda. Meskipun Anda tidak dapat mengubah lingkungan Anda, Anda dapat meningkatkan properti Anda sendiri. Beberapa contoh termasuk pekerjaan cat baru atau pembelian peralatan baru. Meskipun membeli peralatan baru berpotensi menambah utang Anda, pastikan pada akhirnya Anda akan mendapat untung. Penting juga untuk diingat bahwa gaya desain interior akan berubah. Pastikan untuk memperbarui properti Anda dengan warna netral seperti abu-abu, krem, dan putih yang menarik bagi pasar massal. Dinding berwarna terang, lantai kayu keras, dan warna netral tidak lekang oleh waktu, bersih, segar, dan akan membantu Anda meningkatkan ekuitas pemilik. Baca juga Kewajiban Jangka Panjang Pengertian, Cara Menggunakannya dan Contohnya 3. Pastikan Anda merawar properti Anda Merawat aset Anda adalah penting apakah Anda mencoba untuk menurunkan kewajiban Anda dan meningkatkan ekuitas pemilik. Anda dapat memelihara properti Anda tetapi melakukan inspeksi rutin pada interior dan eksterior bangunan, mengikuti semua undang-undang dan melakukan lansekap rutin. Anda juga harus memastikan properti Anda enak dipandang dan akan menarik investor atau pemilik masa depan. 4. Lunasi semua hutang Anda Melunasi hutang yang terakumulasi akan sangat membantu Anda menurunkan kewajiban apa pun. Anda dapat melakukannya dengan membayar lebih dari saldo minimum pinjaman apa pun. Misalnya, jika Anda memiliki rumah, tingkatkan pembayaran hipotek Anda dan berusahalah untuk menurunkan utang Anda daripada mengumpulkannya. 5. Kurangi biaya produksi Jika Anda memiliki bisnis, pertimbangkan untuk mengurangi biaya produksi. Ini bisa berarti menggunakan produk dan mesin yang lebih ekonomis, merampingkan operasi, mengurangi biaya penyimpanan persediaan, atau sekadar melacak kebiasaan pengeluaran Anda dalam kaitannya dengan bisnis Anda. Melakukan yang terakhir akan membantu Anda melihat di mana Anda dapat mulai membelanjakan lebih sedikit untuk mengurangi kewajiban Anda secara keseluruhan. Untuk memudahkan hal ini, Anda bisa mencoba untuk menggunakan software akuntansi untuk proses pembukuan yang lebih baik. Gunakanlah software akuntansi yang memiliki fitur yang Anda butuhkan, bepengalaman, dan sudah digunakan oleh banyak bisnis, salah satunya adalah Accurate Online. Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud buatan Indonesia yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun dan digunakan oleh lebih dari 350 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia. Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa melakukan pembukuan dan pemantauan seluruh data finansial kapanpun dan dimanapun Anda mau. Accurate Onlin juga memiliki fitur paling lengkap dengan harga yang paling terjangkau sehingga sangat cocok untuk apapun bisnis Anda. Anda juga bisa mencoba Accurate Online secara gratis selama 3o hari melalui tautan ini. Baca juga Aset Lancar Pengertian, Jenis, Cara Hitung, dan Contoh dalam Bisnis 6. Tingkatkan margin keuntungan Anda Mirip dengan tips sebelumnya, meningkatkan margin keuntungan Anda bisa sangat bermanfaat dalam menurunkan kewajiban atau liabilitas Anda. Jika Anda memiliki bisnis, Anda dapat menaikkan harga produk, membayar karyawan lebih sedikit, mempekerjakan lebih sedikit karyawan, atau membatasi jumlah penjualan dan diskon yang Anda tawarkan kepada pelanggan. 7. Sabar Meskipun Anda tidak akan langsung melihat peningkatan ekuitas pemilik Anda, bersabarlah dalam prosesnya dan tunggu berbagai faktor ini menguntungkan keuangan Anda. Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan. Bagikan info ini ke temanmu! Related Posts Page load link
A Ekuitas. B: Beban dan Biaya. C: Kewajiban atau liabilitas. D: Aset lancar dan aset tetap. E: Pilhan A, C dan D. Jawaban : E 5: Persamaan dasar yang digunakan sebagai format penyajian laporan posisi keuangan adalah: A: Aset = Kewajiban + Modal. B: Modal = Aset - Kewajiban. C: Kewajiban = Aset - Modal. D: Pilihan A, B dan C
Persamaan akuntansi adalah hubungan antara aset, liabilitas dan ekuitas dalam sebuah perusahaan. Aset biasanya juga dikenal dengan istilah aktiva, liabilitas sebagai kewajiban dan ekuitas sebagai modal. Persamaan akuntansi ini menjadi suatu konsep penting dalam akuntansi yang perlu dipelajari oleh mahasiswa fakultas ekonomi, investor saham, analis, kreditur, pelaku usaha, dan bahkan wartawan. Ini merupakan sebuah dasar dari sistem akuntansi yang memastikan bahwa neraca perusahaan selalu seimbang. Artinya, di dalam neraca perusahaan tersebut, total aset perusahaan harus sama dengan jumlah kewajiban dan ekuitas pemegang saham. Dengan sistem akuntansi ini, perusahaan jadi mengetahui, berapa total utang yang mereka miliki. Selain itu, perusahaan juga bisa mengetahui dari mana aset yang mereka punya, apakah dari utang atau bantuan dana dari investor. Penerapan rumus persamaan akuntansi Sebagian orang menyingkat persamaan akuntansi dengan sebutan ALE yang merupakan singkatan dari Aset, Liabilitas, dan Ekuitas supaya lebih mudah mengingat konsep ini. Rumus persamaan akuntansi adalah Aset = Liabilitas + Ekuitas Kenapa liabilitas diletakkan sebelum ekuitas? Sebuah buku Pengantar Akuntansi yang ditulis oleh Carl S. Warren, James dan Philip pada 2006 menyebutkan bahwa kreditur, atau pihak yang memberikan pinjaman kepada perusahaan, memiliki hak terlebih dulu atas aset perusahaan. Dengan persamaan akuntansi, jumlah aset harus sama dengan jumlah liabilitas ditambah ekuitas. Jumlah aset dikurangi liabilitas juga harus sama dengan jumlah ekuitas. Contoh sederhana persamaan akuntansi bisa kita simak berikut ini. Aset Liabilitas Ekuitas Aset = Liabilitas + Ekuitas = + Setiap transaksi yang memengaruhi keuangan perusahaan akan berdampak terhadap persamaan akuntansi. Sebagai ilustrasi, pembayaran tagihan listrik akan mengurangi kas di perusahaan. Kas adalah salah satu akun yang dikategorikan sebagai aset. Komponen persamaan akuntansi Seperti yang telah dijelaskan di rumus, bahwa di dalam persamaan akuntansi itu terdiri dari tiga komponen penting, pertama adalah Aset, Liabilitas, dan Ekuitas. Aset Menurut Warren dkk, aset perusahaan adalah sumber daya yang dimiliki oleh entitas bisnis atau usaha. Sumber daya ini dapat berbentuk fisik atau hak yang memiliki nilai ekonomis. Contoh aset adalah kas uang tunai, piutang usaha, perlengkapan, beban dibayar di muka asuransi, misalnya, bangunan, peralatan, tanah, dan hak paten. Liabilitas Menurut Warren dkk, liabilitas adalah utang kepada pihak luar kreditur. Liabilitas biasanya diidentifikasi dalam neraca sebagai jumlah terutang. Contoh kewajiban atau liabilitas ini antara lain utang usaha, wesel bayar, utang gaji, dan sebagainya. Pembayaran kas yang diterima sebelum jasa diberikan kepada pembeli mengakibatkan terjadinya liabilitas kepada pembeli. Komitmen pelayanan yang akan diberikan kepada pembeli tersebut disebut pendapatan diterima di muka. Ekuitas Menurut Warren dkk, ekuitas atau modal pemilik adalah hak pemilik terhadap aset bisnis. Contoh Persamaan Akuntansi di Perusahaan Tbk Untuk contoh lebih jelasnya, kita bisa mengambil contoh dari laporan keuangan dari sebuah perusahaan terbuka Tbk yang bisa diunduh di situs Bursa Efek Indonesia. Kali ini, kita akan mengambil contoh dari laporan keuangan PT Delta Dunia Makmur Tbk per 30 Juni 2019. PT DELTA DUNIA MAKMUR TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 JUNI 2019 Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain AsetASET LANCARKas dan setara kas82,430,181Aset keuangan lainnya Pihak ketiga Pihak berelasi 24,932,279 747,830Piutang usaha Pihak ketiga-setelah dikurangi penyisihan atas penurunan nilai 234,492,321Piutang lain-lain Pihak ketiga-setelah dikurangi penyisihan atas penurunan nilai Pihak berelasi 7,054,016 2,008,205Persediaan-setelah dikurangi penyisihan atas penurunan nilai50,067,760Pajak dibayar di muka24,446,026Biaya dibayar di muka dan uang muka 19,240,579Aset lainnya11,525,420Total aset lancar 456,944,617ASET TIDAK LANCARAset pajak tangguhan-neto 4,967,213Aset tetap-setelah dikurangi akumulasi penyusutan 626,646,117Tagihan pajak 66,997,378Aset lainnya26,149,294Total aset tidak lancar724,760,002TOTAL ASET 1,181,704,619 LIABILITAS DAN EKUITASLIABILITAS JANGKA PENDEKUtang usaha- Pihak ketiga 113,198,078Utang lain-lain -Pihak ketiga769,740Utang pajak1,101,373Beban masih harus dibayar 52,188,163Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Pinjaman bank 49,199,638 Utang jangka panjang – Sewa pembiayaan 68,280,082Liabilitas jangka pendek lainnya 6,169Total liabilitas jangka pendek 284,743,243LIABILITAS JANGKA PANJANGLiabilitas imbalan kerja48,365,828Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Senior notes 342,346,707 Pinjaman bank 86,487,779 Sewa pembiayaan 152,948,102 Total liabilitas jangka panjang 630,148,416Total liabilitas914,891,659EKUITASModal saham-nilai nominal Rp50 per saham Modal saham Modal ditempatkan dan disetor penuh – saham pada tanggal 30 Juni 2019 dan 31 Desember 201847,283,99Tambahan modal disetor144,654,118Cadangan kompensasi berbasis saham245,061Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing35,928Saldo laba defisit74,593,642Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 266,812,747Kepentingan non-pengendali213Total Ekuitas 266,812,960TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1,181,704,619 Demikian penjelasan tentang persamaan akuntansi. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita, ya! Untuk memahami selengkapnya mengenai dasar-dasar akuntansi yang meliputi akuntansi manajemen dan pengelolaan keuangan bisnis lainnya, jangan ragu untuk mencari tahu di Lifepal, ya! .
  • 5b3n68be6a.pages.dev/213
  • 5b3n68be6a.pages.dev/101
  • 5b3n68be6a.pages.dev/307
  • 5b3n68be6a.pages.dev/216
  • 5b3n68be6a.pages.dev/381
  • 5b3n68be6a.pages.dev/196
  • 5b3n68be6a.pages.dev/265
  • 5b3n68be6a.pages.dev/195
  • 5b3n68be6a.pages.dev/252
  • contoh aset liabilitas dan ekuitas