Padahal perlu diingat bahwa kelansungan hidup manusia juga bergantung dari kelestarian ekosistem tempat manusia hidup. Kelestarian berarti juga terjaganya keanekaragaman hayati (biodiversitas). Ada beberapa kegiatan manusian yang dapat mengancam penurunan biodiversitas, baik secara langsung maupun tidak langsung, antara lain : Hilangnya Habitat

Mengapa sistem pertanian dapat mengancam keanekaragaman hayati? Sawah biasanya bersifat monokultur Pemupukan berlebihan mematikan hewan Penggunaan pestisida mematikan hewan Penggunaan pestisida mematikan tumbuhan Pemupukan berlebihan mematikan tumbuhan Jawaban yang benar adalah A. Sawah biasanya bersifat monokultur. Dilansir dari Ensiklopedia, mengapa sistem pertanian dapat mengancam keanekaragaman hayati Sawah biasanya bersifat monokultur. Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. Sawah biasanya bersifat monokultur adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Menurut saya jawaban B. Pemupukan berlebihan mematikan hewan adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban C. Penggunaan pestisida mematikan hewan adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Menurut saya jawaban D. Penggunaan pestisida mematikan tumbuhan adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. Menurut saya jawaban E. Pemupukan berlebihan mematikan tumbuhan adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah A. Sawah biasanya bersifat monokultur. Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah.

Jikaengkau ingin mengenal kesucian/Dan kesejahteraan hidup/Sayangilah mereka yang lemah dan tertindas/Dengarlah gemetar jiwa dan derita mereka//.27 Demikianlah seorang intelektual Muslim Indonesia ini menulis sejarahnya sendiri untuk bangsanya agar tidak dikhianati cita-cita luhur kemerdekaan itu dengan kelakuan yang tidak beradab: korupsi

Paris, 6 Mei 2019. Laporan PBB tentang keanekaragaman hayati memperingatkan hilangnya spesies secara besar-besaran, akibat ulah manusia, mengharuskan untuk mulai mengambil tindakan segera demi melindungi hutan dan lautan di seluruh dunia, serta melakukan perubahan besar-besaran dalam sektor pertanian, produksi pangan dan konsumsi pangan. Sebuah laporan penilaian global tentang keanekaragaman hayati dan ekosistem dari Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services IPBES memperingatkan bahwa 1 juta spesies dalam resiko kepunahan, yang bisa terjadi kapan pun dalam sejarah manusia. Laporan tersebut memaparkan bahwa sebagian besar target global 2020 untuk perlindungan alam yang diuraikan dalam Rencana Strategis untuk Keanekaragaman Hayati target keanekaragaman hayati Aichi tidak akan terpenuhi, mengabaikan setengah dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs PBB. Jurukampanye hutan dan iklim Greenpeace Jerman, Dr Christoph Thies mengatakan “Ini adalah realitas sebuah kehancuran. Pemerintah harus mulai menempatkan manusia dan planet di atas kepentingan perusahaan dan keserakahan serta bertindak sesuai dengan urgensi tuntutan dalam laporan ini. Para pemimpin harus mengadopsi target dan rencana implementasi yang kuat untuk melindungi keanekaragaman hayati dengan partisipasi dan persetujuan Masyarakat Adat dan komunitas lokal pada KTT COP15 tahun depan yang akan digelar di Tiongkok. Mengambil keuntungan yang menjerumuskan alam ke jurang, menempatkan kelangsungan hidup kita sendiri dalam bahaya karena eksploitasi alam berlebihan serta semakin memburuknya perubahan iklim. “Laporan ini bukan sembarang seruan untuk bertindak. Ini adalah teguran terbaru dari sekian banyak peringatan dan jika kita tidak berhati-hati, maka hilangnya keanekaragaman hayati tidak dapat diubah. Konservasi dan restorasi keanekaragaman hayati dapat memainkan peran besar sebagai solusi iklim alami dan sudah saatnya kita memerangi perubahan iklim dengan melindungi alam yang menopang kita.” “Hutan, lahan gambut dan ekosistem laut pesisir harus dilindungi atau dipulihkan. Menggabungkan konservasi keanekaragaman hayati dengan pengurangan emisi CO2 drastis dan peningkatan penyimpanan karbon di alam dapat berkontribusi secara signifikan untuk membatasi pemanasan global menjadi 1,5C. Ini adalah tindakan penting dan segera yang dapat membantu kita kembali keluar jurang. ” Laporan IPBES menemukan bahwa 66% lautan banyak mengalami gangguan dari manusia, dan biota laut terkena dampak yang parah. Laporan ini memperingatkan bahwa kekayaan kehidupan di laut sedang mengalami penurunan, membatasi kemampuan laut dalam memberikan keamanan pangan serta perlindungan terhadap perubahan iklim. Louisa Casson Jurukampanye Perlindungan Laut Greenpeace mengatakan “Lautan kita menopang semua kehidupan di Bumi. Namun sebagian besar kolaborasi internasional belum berfokus pada cara-cara untuk mengeksploitasi kehidupan laut dan lingkungan bersama yang berharga ini. Alih-alih menjarah laut untuk keuntungan jangka pendek, pemerintah harus menempatkan kesetaraan dan keberlanjutan sebagai inti dari pendekatan mereka terhadap lautan. “Laporan itu menegaskan bahwa mekanisme yang ada untuk melindungi lautan kita tidak berfungsi. Saat ini, hanya 1 persen dari laut global yang dilindungi dan tidak ada instrumen hukum yang memungkinkan penciptaan tempat perlindungan di perairan internasional. “Kita membutuhkan Perjanjian Global tentang Laut untuk melindungi setidaknya 30 persen dari lautan global kita pada tahun 2030. Ini adalah kesempatan unik bagi pemerintah untuk bekerja sama untuk melindungi kehidupan, untuk memastikan keamanan pangan bagi jutaan orang dan untuk menciptakan lautan sehat yang menjadi milik kita. sekutu terbaik melawan perubahan iklim. “ Laporan IPBES telah memperingatkan bahwa pendorong utama perubahan alam, seperti perubahan penggunaan lahan, eksploitasi organisme, perubahan iklim, dan tingkat konsumsi telah meningkat ke tingkat tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Eric Darier, Jurukampanye Pertanian dan Pangan Internasional Greenpeace mengatakan “Kami menyambut seruan untuk mengambil tindakan segera pada perubahan pola makan, bergeser lebih banyak mengkonsumsi makanan berbahan nabati, demi mengurangi konsumsi daging dan susu yang telah berdampak negatif pada keanekaragaman hayati, perubahan iklim, dan kesehatan manusia. “Setiap peningkatan ruang/lahan pertanian yang diperlukan pakan ternak untuk industri peternakan adalah pendorong utama alih fungsi lahan, seperti melalui deforestasi dan perusakan habitat. Mengatur konsumsi daging dan susu harus menjadi prioritas bagi pembuat kebijakan sehingga konsumsi dan produksi daging berkurang 50% secara global pada tahun 2050. “ *** Kontak Greenpeace International Press Desk [email protected], +31 0 20 718 2470 available 24 hours Berdonasi Kamu dapat membela lingkungan sepanjang hidupmu. Atau bahkan lebih lama dari itu. Berdonasilah hari ini. Ikut Beraksi

pemakaianpupuk berlebihan dapat mematikan tumbuhan; Jawaban yang benar adalah: B. pemakaian pestisida dapat mematikan semua hewan. Dilansir dari Ensiklopedia, sistem pertanian di indonesia dapat mengancam keanekaragaman hayati yang ada karena pemakaian pestisida dapat mematikan semua hewan. [irp] Pembahasan dan Penjelasan

TNBBS Foto saja datangnya manusia asing ke negara kita mengancam kehidupan pribumi, tumbuhan pun akan terancam punah akibat invasi spesies asing ke dalam suatu ekosistem. Seperti yang terjadi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan TNBBS tanaman endemik terancam punah akibat tumbuhan riset di TNBBS yang dilakukan oleh Sayfulloh, dkk 2020 yang dimuat dalam Jurnal Sylva Lestari Vol. 8 No. 1, Januari 2020 109-120 menemukan 121 jenis tumbuhan, di mana 29 jenis atau 35 persen jenis merupakan tumbuhan asing negatif penyebaran tumbuhan asing invasif dapat mengancam ekosistem, menurunkan jumlah spesies asli, dan menimbulkan dampak negatif pada aspek sosial ekonomi Ludsin dan Wolfe, 2001; Sarat et al., 2015. Penurunan keanekaragaman hayati karena keberadaan spesies invasif merupakan proses awal menuju kepunahan spesies tertentu Hestimaya, 2010.Menurut laporan Bappenas 1993 Indonesia mengalami kepunahan satu jenis tumbuhan/satwa per hari dan setidaknya 50 jenis tumbuhan/satwa akan punah setiap tahunnya dan sekitar 20–70 persen habitat asli telah punah. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia 2015 menyebarnya jenis invasif, baik yang berasal dari dalam negeri antar pulau dan lokal/setempat maupun luar negeri asing menyebabkan semakin terdesaknya jenis-jenis dan ekosistem No. 94 Tahun 2016 menjelaskan bahwa jenis tumbuhan invasif merupakan jenis tumbuhan, baik jenis asli maupun bukan, yang mengkolonisasi suatu habitat secara masif yang dapat menimbulkan kerugian terhadap ekologi, ekonomi, dan invasif memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang baik, kemampuan reproduksi dan menyebar yang sangat tinggi, mampu memenangkan kompetisi untuk mendapatkan cahaya, air dan unsur hara dengan tumbuhan endemik sehingga tumbuhan ini sangat berbahaya bagi jenis Rancangan Zonasi TNBBS Sumber Balai TNBBS 2005Tumbuhan asing invasif adalah tumbuhan yang hidup di luar sebaran alaminya dan memiliki kemampuan mengokupasi wilayah sehingga tumbuhan lain tidak dapat tumbuh. Tumbuhan asing invasif dikenal sebagai jenis yang mengancam integritas alam maupun semi alam dan memberikan dampak buruk yang luar biasa pada komunitas flora maupun fauna Tjitrosoedirdjo et al. 2016.Di Indonesia terdapat paling tidak jenis tumbuhan asing. Sebagian di antaranya telah berkembang menjadi invasif dan menimbulkan dampak negatif pada beberapa ekosistem. Jenis-jenis tumbuhan asing invasif tersebut berhabitus semak, pohon, herba dan rumput-rumputan ataupun merupakan tumbuhan air dan paku-pakuan Tjitrosoedirdjo et al 2016.Jenis tumbuhan Invasif di TNBBSHasil penelitian Sayfulloh 2020 menggunakan metode analisis Indek Nilai Penting INP untuk mengetahui dominasi jenis organisme dalam sebuah komunitas. Penelitian tersebut menemukan 3 jenis tumbuhan asing invasif yang paling mendominasi di area TNBBS yaitu akar kala Clidemia hirta dengan INP 22,61, alang-alang Imperata cylindrica dengan INP 18,03, dan kaliandra Calliandra calothyrsus dengan INP 17, tumbuhan yang memiliki INP terbesar dikategorikan sebagai jenis yang dominan. Ketiga jenis tumbuhan tersebut dapat mendominasi karena didukung kondisi lingkungan dan karakteristik jenis sehingga menghambat pertumbuhan jenis Kala Clidemia hirta berasal dari Amerika Utara Meksiko dan Amerika Selatan daerah tropis dan Karibia. Merupakan tumbuhan gulma dan invasif yang banyak tumbuh di lahan pertanian, lahan bekas tebangan dan merupakan spesies pionir yang agresif karena kemampuan bijinya berkecambah cepat, yang menginvasi tempat-tempat terbuka, tanah longsor, tepi jalan, jalan setapak, ladang bekas tebangan dan rumpang di hutan serta dapat cepat tumbuh dan toleran terhadap naungan. Clidemia hirta tercatat dalam 100 spesies asing paling invasif di dunia ISSG, 2005.Akar Kala Clidemia hirta Foto. Imperata cylindrical merupakan tumbuhan asli dari daratan Asia. Saat ini menjadi salah satu dari sepuluh tumbuhan invasif berbahaya di dunia. Alang-alang telah digolongkan sebagai salah satu tumbuhan invasif, khususnya di daerah tropis dan subtropis di seluruh Imperata cylindrical Foto tumbuh baik di tanah yang relatif asam pH 4,7. Alang-alang memilik sistem rhizoma yang luas, adaptasi terhadap tanah yang miskin hara, toleransi terhadap tanah kering, dan adaptasi genetik terhadap api membuat alang-alang menjadi invasif, sehingga tumbuhan lain tidak dapat tumbuh di sekitarnya Iqbar et al. 2017.Kaliandra C. calothyrsus merupakan jenis tumbuhan asing yang berasal dari daerah barat daya Panama hingga Meksiko bagian selatan. Jenis tumbuhan legum ini mudah ditanam dan pertumbuhannya cepat dengan tinggi 5-6 m, produktivitas bijinya cukup besar, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru Abqoriah et al. 2015; Amirta et al. 2016.Kaliandra C. calothyrsus di persemaian permanen BPTH Kalsel. Foto Dishut Kalsel dalam KumparanKaliandra saat ini telah menjadi tumbuhan asing invasif yang memiliki persebaran paling luas di beberapa kawasan konservasi di Indonesia, di antaranya di Taman Nasional Gunung Halimun Salak Sunaryo et al. 2012 dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Tjitrosoedirdjo et al. 2015.Hermawan et al. 2017 menyatakan bentuk kompetisi tumbuhan asing invasif terhadap jenis asli antara lain adalah menjadi pesaing jenis asli lainnya yang mengisi relung ekologis yang sama, mengganggu jaring makanan, mengurangi keanekaragaman hayati, membunuh jenis asli lainnya dengan cara mencekik, mengancam populasi tumbuhan yang ada di sekitar tempat tumbuhnya, menurunkan tingkat kualitas habitat, mengganggu nilai estetik alamiah, dan menghambat mobilitas fauna besar di mengendalikan populasi tumbuhan asing invasif dengan pengendalian dengan mengurangi kepadatan dan kelimpahannya. Pengendalian sampai pada ambang batas menjadi penting supaya jenis tanaman lokal dapat hidup bersaing dan dapat kembali hidup pada ekosistem alaminya. Ada beberapa cara pengendalian yang bisa dilakukan Pertama Pengendalian Fisik seperti mencabut, menggali, atau menggunakan alat untuk mencabut dan memotong tumbuhan, Kedua; Pembakaran, Ketiga; Pengendalian Kimiawi dengan menggunakan herbisida, Kempat; Restorasi dengan cara revegetasi dan reintroduksi jenis tumbuhan atau vegetasi alami yang tumbuhan asing invasif sangat perlu untuk menjaga kelestarian sumber daya alam lokal yang ada pada suatu ekosistem terlebih pada Taman Nasional. Karena tumbuhan asing invasif bersifat sangat merugikan bagi kehidupan yang ada pada suatu habitat, serta merusak tatanan pada suatu ekosistem dan akhirnya akan menguasai seluruh habitat yang ada.[ISSG] Invasif Species Specialist Group. 2005. Global invasif species database diakses pada tanggal 01 April Utomo, R., and Suwignyo, B. 2015. Produktivitas Tanaman Kaliandra Calliandra calothyrsus sebagai Hijauan Pakan pada Umur Pemotongan yang Berbeda. Buletin Peternakan 392 103– 2016. Gulma dan Tumbuhan Invasif Di Wilayah Tropika Serta Pengelolaannnya. Fakultas Pertanian, Intitut Pertanian R., Hikmat, S., Prasetyo, L. B., and Setyawati, T. 2017. Model Sebaran Spasial dan Kesesuaian Habitat Spesies Invasif Mantangan Merremia peltata l. Merr. di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Jurnal Nusa Sylva 172 80– E. 2010. Studi ikhtiofauna di Danau Lido, Kabupaten Bogor Jawa Barat [skripsi]. Bogor ID Institut Pertanian Riana, S., and Masykur. 2017. Inventarisasi Spesies Tanaman Potensial Invasif di Kawasan Perumahan PT. Arun NGL, Lhokseumawe, Aceh. Jurnal BioLeuser 11 20– Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. 2015. Strategi Nasional dan Arahan Rencana Aksi Pengelolaan Jenis Asing Invasif di E, Mazaubert E, Dutartre A, Poulet N, Soubeyran Y. 2015. Invasif Alien Species in Aquatic Environments Practical Information and Management Insights. Perancis FR The French National Agency for Water and Aquatic Environments Onema.Sayfulloh. A, Riniarti, M, Santoso, T. Tumbuhan Asing Invasif di Resort Sukaraja Atas, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Jurnal Sylva Lestari. Vol. 8 No. 1, Januari 2020 109-120.Sunaryo, Uji, T., and Tihurua, E. F. 2012. Komposisi Jenis dan Potensi Ancaman Tumbuhan Asing Invasif di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat. Berita Biologi 112 231– Suraida T, Febriana H. 2013. Keanekaragaman tumbuhan invasif di kawasan Taman Hutan Kenali Kota Jambi. Prosiding Seminar Bidang Biologi Jilid 2 Semirata MIPA; 10-12 Mei 2013; Lampung, Indonesia. Lampung ID . Universitas S., Tjitrosoedirdjo, S. S., and Setyawati, T. 2016. Tumbuhan Invasif dan Pendekatan Pengelolaanya. SEAMEO BIOTROP, Bogor, Tanaman kaliandra di persemaian permanen BPTH Kalsel. Foto Dishut Kalsel .
  • 5b3n68be6a.pages.dev/148
  • 5b3n68be6a.pages.dev/96
  • 5b3n68be6a.pages.dev/117
  • 5b3n68be6a.pages.dev/146
  • 5b3n68be6a.pages.dev/9
  • 5b3n68be6a.pages.dev/138
  • 5b3n68be6a.pages.dev/111
  • 5b3n68be6a.pages.dev/4
  • 5b3n68be6a.pages.dev/306
  • mengapa sistem pertanian dapat mengancam keanekaragaman hayati